(Taiwan, ROC) Jumlah kasus demam berdarah (dengue) yang dikonfirmasi di Tainan, Taiwan selatan, telah melampaui 3.000 kasus dalam empat bulan terakhir, demikian berdasarkan statistik yang dirilis oleh Pusat Pengontrolan Penyakit (CDC), Senin (31/8).
Dengan bertambahnya 131 kasus di Tainan akhir pekan lalu, jumlah kasus dengue yang dilaporkan di sana telah meningkat menjadi 3.003 kasus, mendominasi mayoritas dari 3.446 kasus yang tercatat di seluruh Taiwan sejak 1 Mei.
Di kota Kaohsiung yang berdekatan dengan Tainan, jumlah kasus demam berdarah hingga Senin juga bertambah menjadi 381 kasus, tertinggi kedua di Taiwan, disusul oleh kabupaten Pingtung di Taiwan paling selatan dengan 17 kasus.
Di daerah lain, 11 kasus dengue dilaporkan di kota Taipei Baru, satu di kota Taipei, dan beberapa kasus baru juga dikonfirmasi di kabupaten Yilan, Nantou, Yunlin dan Miaoli, dimana mayoritas pasien mengaku pernah berkunjung ke Tainan atau Kaohsiung beberapa hari lalu, maka kemungkinan terinfeksi ketika berada di kedua daerah tersebut.
Ketua Departemen Penyakit Menular di Rumah Sakit Tainan Hung Yuan-pin (洪元斌) mengemukakan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, virus dengue yang menular tahun ini adalah tipe 2 yang lebih ganas dan bisa membuat pasien menderita demam panas lebih panjang, maka menyerukan warga lebih memperhatikan kebersihan lingkungan untuk mencegah penularan melalui gigitan nyamuk itu.
Hung Yuan-pin mengatakan, “Tahun ini memang agak berbeda. Menurut pengamatan di masa lalu, durasi demam panas yang diderita pasien tidak sepanjang tahun ini. Dulu, ada pasien yang sama sekali tidak menderita demam panas, atau hanya dua hingga tiga hari, tapi kali ini kurun waktunya bisa sampai satu minggu, boleh dibilang lebih jarang terjadi, dan efeknya terhadap manusia juga lebih serius dan lebih ganas.”
CDC mengingatkan, warga harus secepatnya berobat kalau menderita gejala dengue seperti demam panas, sakit kepala, badan lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah-muntah.
Andaikata didiagnosa dan diobati pada masa dini, resiko kematian akibat dengue bisa direndahkan menjadi kurang dari 1%, lanjut CDC.