(Taiwan, ROC) – Berkenaan dengan kehadiran Lien Chan, Mantan Ketua Umum Partai KMT, dalam upacara kemiliteran dalam rangka memperingati kemenangan dalam perang dunia ke dua, Juru Bicara Istana Kepresidenan, Chen Yi-shin pada hari Kamis tanggal 27 Agustus menyampaikan bahwa pihak Dewan Urusan Daratan Tiongkok Yuan Eksekutif atau MAC, telah berkali-kali menjelaskan prinsip dasar pemerintah, dan pihak Istana Kepresidenan sendiri juga menyetujui prinsip yang diambil, yakni setidap masyarakat yang tengah melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok, dapat mempertahankan prinsip untuk diperlakukan secara adil dan beradab.
Chen Yi-shin mengatakan, “Pihak MAC telah beberapa kali memberikan penjelasan mengenai sikap pemerintah, menegaskan kepada masyarakat yang tengah melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok, harus mempertahankan prinsip diberlakukan secara adil dan beradab. Tampilkan kepiawaian gerakan pemerintah Republik Tiongkok dalam bertempur melawan Jepang saat perang dunia ke dua. Istana Kepresidenan juga memberikan dukungan atas prinsip tersebut.”
MAC kembali menegaskan bahwa bagi pegawai negeri yang masih aktif menjalankan tugasnya, atau masih dalam tahap batasan waktu yang ditetapkan sekalipun telah meninggalkan jabatan tersebut, tidak diperbolehkan untuk mengikuti upacara kemiliteran terkait perayaan kemenangan dalam pertempuran perang dunia ke dua.
Juru Bicara MAC, Wu Mei-hung mengatakan, “Kami juga memahami bahwa beberapa waktu terakhir ini, ada beberapa tokoh masyarakat yang menerima undangan untuk menghadiri upacara peringatan terkait. MAC meminta masyarakat agar dapat mempertimbangkan lebih matang, jika memungkinkan dapat menghindari keikutsertaan dalam perayaan tersebut. Pemerintah sendiri memiliki peraturan yang melarang pegawai negeri yang masih aktif bertugas atau yang telah pensiun namun masih berada dalam tenggang waktu pembatasan kunjungan, maka tidak diperbolehkan untuk menghadiri kegiatan kemiliteran yang dilaksanakan di Daratan Tiongkok.”
Wu Mei-hung kembali menjelaskan bahwa tahun ini adalah genap 70 tahun kemenangan perang dunia ke dua melawan Jepang. Ini adalah hasil perlawanan yang dipimpin oleh pemerintah Republik Tiongkok, walau harus menghadapi berbagai halangan dan beban dalam perang, tetapi berhasil membuahkan kemenangan dalam perang. Pemerintah Republik Tiongkok melihat kembali sejarah yang telah berlalu, juga mengharapkan semua pihak dapat memahami, menyayangi dan melindungi hasil kemenangan yang diperoleh dengan susah payah.