(Taiwan, ROC) – Terkait dengan perkataan mantan presiden Republik Tiongkok (ROC), Lee Deng-hui bahwa “Masalah Jugun Ianfu telah terselesaikan”, Wakil Sekjen Asosiasi Hubungan Asia Timur dibawah Kementerin Luar Negeri, Chou Xue-you pada hari Kamis tanggal 27 Agustus menyampaikan, terhadap Jugun Ianfu yang berkewarganegaraan Taiwan pemerintah Republik Tiongkok meminta Jepang untuk secara resmi meminta maaf dan memberikan ganti rugi, selain itu juga memberikan keadilan dan menjunjung martabat mereka, tetapi terkait masalah ini pemerintah Jepang dan Taiwan masih belum mendapat kesepakatan.
Chou Xue-you menekankan, cara penyelesaian pemerintah Jepang hingga saat ini adalah pengajuan ganti rugi “Perempuan Asia dan Yayasan Perdamaian” yang bersifat sipil, tetapi pihak kami sejak dari awal tidak menerima cara seperti ini
Chou Xue-you mengatakan, “Apa yang disebut “Masalah Jugun Ianfu di Taiwan sudah terselesaikan”, ini bukanlah kenyataan yang ada, kami ingin pemerintah Jepang meminta maaf dan ganti rugi.”
Chou Xue-you menuturkan, pemerintah Taiwan pada tahun 1992 membentuk tim khusus jugun ianfu, dan dari posisi kami adalah meminta pemerintah Jepang secara resmi minta maaf dan ganti rugi, tahun 2008 Yuan Legislatif telah meloloskan keputusan ini, dan mendesak pihak Jepang untuk segera bertindak.
Chou Xue-you menegaskan, pihak kami berharap pemerintah Jepang mulai hari ini dan seterusnya seharusnya menghadapi sejarah yang ada, lebih bertanggung jawab, lebih memandang kedepan, lebih memastikan tindakan menyelesaikan masalah “Jugun Ianfu”, dan mengambil tindakan kongkrit, mencapai kesepakatan perdamaian bersama dengan negara-negara lain, mengembangkan hubungan persahabatan dan kerjasama.