History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pemerintah Taiwan membekukan mesin reaktor no.1 dan menghentikan konstruksi mesin reaktor no.2 PLTN ke 4

  • 28 April, 2014
  • Editor
Pemerintah Taiwan membekukan mesin reaktor no.1 dan menghentikan konstruksi mesin reaktor no.2 PLTN ke 4
PM: Pemerintah Taiwan membekukan mesin reaktor no.1 dan menghentikan konstruksi mesin reaktor no.2 PLTN ke 4

Perdana Menteri Jiang Yi-huah mengumumkan, berdasarkan hasil kompromi antara partai berkuasa dan oposisi tahun lalu, kesimpulan sidang umum partai berkuasa Kuomintang (KMT) 24 April dan rapat eksekutif antara pemerintah sentral dan pemerintah daerah 27 April, diputuskan membekukan mesin reaktor no.1 pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke 4 dan menghentikan konstruksi mesin reaktor no.2.

Selain itu, tegas Jiang, kecuali pekerjaan pemeriksaan keamanan dan proyek-proyek yang sudah ditender, Yuan Eksekutif tidak akan menambah anggaran belanja perihal pembangunan PLTN ke 4, dan sebelum ada keputusan melalui diselenggarakannya referendum atas PLTN ke 4, batang bahan bakar tidak akan dimasukkan ke dalam mesin reaktor.

Perdana Menteri mengumumkan keputusan penting tersebut melalui suatu acara temu pers yang digelar di Yuan Eksekutif pada hari Senin, namun Jiang menegaskan, keputusan tersebut tidak berarti pemerintah telah mengubah kebijaksanaan penting membangun PLTN ke 4, melainkan hanya untuk sementara “membekukan” konstruksi agar generasi berikutnya bisa memiliki ruang untuk memilih tatkala menghadapi kemunginan dampak kekurangan sumber energi.

Jiang Yi-huah mengatakan, “Membekukan reaktor no.1 PLTN ke 4 dan menghentikan konstruksi reaktor no.2 tidak berarti menghentikan pembangunan PLTN ke 4, juga bukan berarti membuang PLTN ke 4. Keputusan ini dicapai karena masyarakat saat ini belum ada kesepakatan atas PLTN ke 4, maka sebelum ada keputusan berdasarkan opini rakyat tertinggi melalui diadakannya referendum, kami memutuskan cara tersebut agar generasi berikutnya bisa mempunyai ruang untuk memilih.”

Perdana Menteri juga mengutarakan, Yuan Eksekutif seajunya berharap referendum bisa diselenggarakan setelah prosedur pemeriksaan keamanan PLTN ke 4 diselesaikan, tapi setelah keputusan ini dicapai, agenda pembangunan PLTN ke 4 mungkin akan tertunda karena waktu bagi diadakannya referendum masih belum dipastikan, namun yang harus ditegaskan, ini adalah langkah mundur terbesar berdasarkan kerangka hukum yang bisa dilaksanakan pemerintah.

Jiang mengatakan, “Jadi, kalau sekarang ada yang menanyakan kapan referendum akan diselenggarakan, saya rasa jawabannya akan lebih tidak pasti dibandibgkan kalau pertanyaan tersebut diajukan tahun lalu. Banyak orang bertanya, kapan referendum akan diadakan? Apakah waktu referendum akan diundurkan? Sepanjang satu hingga dua pekan ini, setelah berbagai kalangan mengadakan diskusi hangat, untuk meredakan kekhawatiran publik bahwa batang bahan bakar reaktor no.1 akan dimasukkan atau referendum akan dipaksa secepatnya diselenggarakan, maka Yuan Eksekutif akhirnya mengambil langkah mundur paling besar berdasarkan kerangka hukum.”

Menurut Jiang, pembekuan dan penghentian konstruksi reaktor PLTN ke 4 adalah upaya pemerintah untuk menjamin keutuhan mesin reaktor PLTN ke 4, juga berharap bisa meredakan kesangsian dan kekhawatiran publik, agar semuanya bisa dengan tenang mempertimbangkan masa depan kebijaksanaan sumber energi di Taiwan dan bukan hanya untuk menghentikan konstruksi PLTN ke 4.

Komentar

Terbarumore