(Taiwan-ROC) Terhadap laporan media terkait Kementerian Pertahanan tidak menepati kebijakan perekrutan penuh tentara, Kementerian Pertahanan hari Rabu (26/8) tampil untuk membantah hal tersebut dan menyampaikan, meskipun tingkat perekrutan tentara cukup tinggi, tetapi mempertimbangkan keamanan negara, persiapan latihan perang, pencegahan dan pertolongan bencana dan tugas lainnya, untuk itu mengharuskan warga pria kelahiran 1993 turut dalam wajib militer.
Kepala Divisi Perencanaan Sumber Daya, Kementerian Pertahanan, Chen Cheng-qi menyampaikan, kebijakan perekrutan tentara nasional mengunakan sistem paraler, dimana masih mempertahankan konstitusi wajib militer, hanya saja saat ini merupakan masa peralihan, bukan seperti yang dilaporkan di luar kalau tidak menepati kebijakan perekrutan sepenuhnya tentara.
Chen Cheng-qi mengatakan, “Karena pelaksanakan program perekrutan tentara kami mulai tahun 2012 hingga 2014 diperpanjang 2 tahun sampai 31 Desember 2016, tetapi setelah mempertimbangkan keamanan nasional, pertolongan bencana, kebutuhan persiapan perang, untuk itu meminta masing-masing instansi militer melakukan pendataan, dan juga sampai 31 Desember tahun depan masih ada kekurangan tenaga tentara untuk itu bagi warga kelahiran tahun 1993 yang memenuhi persyaratan wajib militer harus mengisi kekurangan tentara ini.”
Chen Chen-qi menyampaikan, target perekrutan tahun ini adalah 14000 orang, telah terekrut sebanyak 11865, target ini pasti dapat tercapai. Kementerian pertahanan menyampaikan, wamil bagi warga pria kelahiran tahun 1993, dengan masa wamil 1 tahun sementara mereka kelahiran tahun 1994 tidak terpengaruh, tetap akan mendapat pelatihan militer selama 4 bulan.