Keputusan pemerintah Jepang untuk kembali memakai sumber energi dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) bermakna referensi penting bagi Taiwan, maka Presiden Ma Ying-jeou sangat prihatin terhadap isu ini dan mengajukannya dalam pertemuan dengan delegasi anggota parlemen Jepang dibawah pimpinan Hiranuma Takeo di Kantor Kepresidenan pada hari Senin.
Presiden Ma mengatakan, “Kami melihat bahwa pemerintah Jepang telah memutuskan untuk kembali memakai sumber energi PLTN yang akan dilaksanakan tahap per tahap melalui pemeriksaan keamanan yang ketat. Kami sangat ingin tahu tentang perkembangan ini dan berharap bapak Takeo bisa menerangkannya, karena isu ini belakangan ini juga diperdebatkan dengan hangat di Taiwan. Jepang sebelum sepenuhnya menghentikan penggunaan energi nuklir dan sekarang memulihkan penggunaannya. Bagaimana perkembangan pertimbangan kebijaksanaan ini, saya rasa ini bermakna sekali untuk dijadikan referensi bagi Taiwan.”
Selain itu, Presiden Ma Ying-jeou hari Senin juga menemui delegasi informasi tenaga nuklir Taiwan-Jepang yang terdiri dari 7 anggota parlemen dan 8 pakar energi nuklir Jepang. Ada tiga pertanyaan yang diajukan Ma, masing-masing mengapa pemerintah Jepang mengubah kebijaksanaan tersebut, bagaimana menjamin keamanan nuklir dan apakah masyarakat Jepang mendukung kembali digunakannya sumber energi nuklir.
Salah satu anggota Majelis Rendah Jepang Hosoda Hiroyuki menjawab, “Perdana Menteri Shinzo Abe sebelumnya pernah mengajukan rencana energi pokok yang baru, yang tentu saja harus mempertimbangkan pertumbuhan Jepang secara keseluruhan. Perkembangan ekonomi Jepang membutuhkan energi nuklir, tapi memulihkan penggunaannya harus melalui pemeriksaan keamanan yang ketat. Setelah lulus pemeriksaan tersebut, operasi PLTN baru bisa dipulihkan.”
Sementara itu, pakar-pakar lain yang turut hadir mengemukakan, Jepang dan Taiwan sama-sama adalah negara pulau dengan sumber alam terbatas, maka kesulitan energi yang dihadapi sangat serupa. Tenaga nuklir, menurut pakar, adalah kreasi manusia yang berpotensi besar, jadi pada saat berusaha mengembangkan energi yang bisa didaurulang, energi nuklir juga bisa digunakan berdasarkan premis keamanannya bisa terjamin.