(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(25/8) hadir pada upacara pembukaan forum dialog stabilitas 3 negara Taiwan, Amerika dan Jepang tahun 2015, Beliau mengatakan semenjak tahun 2008 menjabat sebagai presiden, semakin mengedepankan kemakmuran Taiwan, perdamaian lintas selat, sasaran kebijakan negara bersahabat, menegakkan martabat, kedaulatan, otonomi, pragmatis dan prinsip leluasa dengan mempromosikan diplomasi fleksibel; dalam kurun waktu 7 tahun ini, telah membuahkan hasil pembinaan hubungan dengan lintas selat dan menghasilkan siklus yang baik, menciptakan perdamaian bagi masyarakat internasional, terbentuk Republik Tiongkok dan hubungan antar selat dan masyarakat internasional menjadi 3 pihak yang diuntungkan.
Presiden Ma juga memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai metode dan hasil pelaksanaan diplomasi fleksibel, mengungkapkan masih dalam proses mengutus diplomasi agar Republik Tiongkok tidak dijuluki sebagai pihak pembuat onar.
Presiden Ma mengatakan: “kebijakan diplomasi fleksibel yang diterapkan Republik Tiongkok melepas “scorched diplomacy” atau “checkbook diplomacy” ; dalam waktu 7 tahun ini, Republik Tiongkok dengan julukan masa lalu sebagai pembuat onar telah berganti menjadi pembawa damai, dengan demikian menjadikan Republik Tiongkok sebagai aset masyarakat internasional dan bukan hutang.”
Dalam kaitan dengan hubungan antar selat, Presiden Ma mengemukakan, di masa lalu 7 tahun berupaya dalam mempertahankan hubungan antar selat dengan prinsip tidak tidak reunifikasi, tidak berdaulat dan tidak menggunakan senjata, tetap berpegang pada konsensus 92, satu Tiongkok dengan presepsi masing-masing sehingga menjadikan hubungan antar selat dalam 60 tahun terakhir ini dengan kondisi yang terstabil; namun di balik itu, yang dipertanyakan ketua partai oposisi mengenai kondisi status quo lintas selat.
Presiden Ma mengatakan: “tidak ada yang mengetahui kondisi apa yang dia ungkapkan, bagaimana dengan kondisi perdamaian dan stabilitas yang telah kami hasilkan selama 7 tahun ini? Atau sebelum saya menjabat, antar selat tidak memiliki hubungan yang mendasar, Taiwan dianggap sebagai pembuat onar di mata masyarakat internasional? Saya mengharapkan secara mendalam yang disebut sebagai status quo adalah mengacu pada sebelumnya bukan sesudahnya.”
Presiden Ma menekankan, di masa mendatang juga akan semakin meningkatkan hubungan Taiwan-Amerika, serta tetap mempertahankan hubungan stabil dengan Daratan Tiongkok yang dapat menciptakan hubungan baik dengan Amerika dan Jepang serta bekerjasama negara lainnya.