(Taiwan, ROC) Untuk mendorong ekspor Taiwan yang kurang bersemangat ke wilayah Asia Tenggara, Kementrian Ekonomi menghimbau pengusaha Taiwan untuk berinvestasi lebih banyak di India dan Indonesia, dimana kebutuhan domestik cukup menjanjikan.
Ekspor Taiwan kembali mencatat penurunan tahunan (yoy) untuk bulan keenam secara berturutan Juli lalu, kali ini sebesar 11,9%; sementara untuk tujuh bulan pertama 2015, ekspor keseluruhan turun 7,8%.
Pada khususnya, ekspor Taiwan ke negara-negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Juli lalu berkurang untuk bulan kedelapan secara berturutan, mencatat penurunan tahunan 18,9%.
Sejak dipromosikannya “rantai suplai merah,” suatu program dimana pemerintah Daratan Tiongkok menyerukan dipakainya komponen yang dimanufaktur secara lokal, penurunan pesanan mulai dirasakan pensuplai Taiwan, kendati mereka memiliki investasi di Daratan Tiongkok.
Mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Kementrian Ekonomi berharap bisa menciptakan suatu momentum ekspor baru dengan menghimbau diadakannya investasi di pasar-pasar menjanjikan seperti India dan Indonesia.
Sebagai insentif bagi pengusaha untuk berinvestasi lebih banyak, Kementrian Ekonomi berjanji akan mempromosikan 10 proyek “turnkey” dan membangun taman perindustrian di India dan Indonesia.