(Taiwan, ROC) – Guna membantu perluasan pelayanan industri perbankan hingga dapat menjangkau pasar Asia, Kepala Dewan Pengawasan Keuangan atau FSC, Tseng Ming-chung, dijadwalkan akan memimpin rombongan kunjungan ke negara-negara anggota Asean pada bulan September yang akan datang. Kunjungan ini juga menargetkan 4 sasaran, di antaranya tercapainya penandatanganan MoU kesepahaman kerjasama bidang perbankan.
Berbagai pihak perbankan menyebut tindakan FSC dengan terjun langsung ke lapangan untuk membuka pasar baru, bagaikan program pelaksanaan perebutan Piala Asia. Walaupun terdapat beberapa pihak perbankan milik Taiwan yang memiliki kantor cabang pelayanan di negara-negara kawasan Asia Tenggara, tetapi harus menghadapi berbagai kendala dan batasan yang diberlakukan oleh negara setempat. Hal ini mengambil contoh negara Thailand yang menghentikan ijin pembukaan kantor cabang perbankan asing, sementara Indonesia sendiri juga memberlakukan peraturan batas maksimum saham yang dapat dimiliki oleh investor asing.
Kunjungan Tseng Ming-chung ke negara-negara anggota Asean akan dilakukan sebelum rapat Yuan Legislatif paruh akhir tahun dimulai. Selain Tseng juga berharap pihak yang menerima rombongan kunjungan mereka harus dari instansi yang sederajat, juga mengharapkan tercapainya penandatanganan MoU kesepahaman kerjasama, penciptaan kesempatan usaha, meningkatkan pertukaran kedua belah pihak, serta kesempatan pertukaran pelatihan sumber daya manusia dengan negara lain.
Dari data statistik FSC, jumlah perbankan hasil investasi Taiwan di Vietnam terdapat 53 kantor, 32 kantor di Kamboja dan 28 kantor di Filipina. Sementara di Indonesia, Kamboja, Filipina dan Vietnam, juga masih terdapat kantor sub perbankan.