(Taiwan, ROC) Hubungan dagang Taiwan dengan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup hangat, produk furnitur dan kopi Indonesia mendapat sambutan yang baik dari pasar Taiwan.
Kantor Representatif Republik Tiongkok di Indonesia menyampaikan, situs resmi Kementerian Perdagangan RI tanggal 10 yang lalu melansir, furnitur Indonesia mulai mendapat perhatian dari konsumen Taiwan, hal ini disebabkan merk Scanteak asal Singapura semakin disukai di Taiwan.
Pemasok bahan baku Scanteak berasal dari beberapa perusahaan furnitur di kota Solo dan sekitarnya dimana satu hal yang cukup mendapat perhatian adalah presiden Joko Widodo sebelum terjun ke dunia politik, pernah berkecimpung di industri furnitur dan memiliki hubungan bisnis dengan Taiwan.
Selain itu dalam beberapa waktu belakangan ini pertumbuhan ekspor kopi dari Indonesia ke Taiwan tumbuh 33% dan tahun ini sudah melampaui 10 juta dolar AS, sedangkan tahun lalu di periode yang sama baru 7,6 juta dolar AS.
Kantor perwakilan menyampaikan bahwa oleh karena itu, untuk periode Januari hingga Mei, surplus dagang Indonesia terhadap Taiwan mencapai 19% atau sekitar 1,5 miliar dolar AS. Karena, melesatnya pertumbuhan pasar kopi Taiwan, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei pada awal bulan Agustus ini menyelenggarakan program kunjungan “Tour De Coffee” ke Jawa Timur dan Bali, yang bertujuan untuk menjembatani langsung importir kopi Taiwan dengan produsen kopi di tanah air.
Setelah upacara selesai, Dubes Lee secara simbolis mengecap kantung beras dengan lambang bendera Republik Tiongkok sebagai tanda bahwa bantuan ini telah diberikan kepada El Savador yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.