(Taiwan, ROC) Kantor Kejaksaan Tertinggi Taiwan resmi mendirikan tim pemeriksa penyuapan dan kekerasan pemilihan umum untuk memastikan penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden Republik Tiongkok Januari 2016 yang jujur dan bersih.
Melalui kata sambutan dalam upacara inaugurasi yang digelar pada hari Senin (17/8), Menteri Kehakiman Luo Ying-shay (羅瑩雪) menegaskan, tim koordinasi ini akan berpegang pada prinsip “memeriksa secara menyeluruh,” “menginvestigasi dengan tepat” dan “menjatuhkan hukuman berat,” untuk memberantas penyuapan dan kekerasan, yang meski jumlahnya telah berkurang di beberapa tahun silam, tetap tidak mampu sepenuhnya dihapuskan dalam pemilu.
Menurut Luo, dalam pemilu pemerintah daerah 9-in-1 tahun lalu, lembaga kejaksaan secara keseluruhan mengajukan tuntutan terhadap 174 orang, angka tertinggi dalam sejarah.
Luo Ying-shay mengatakan, “Putusan telah diumumkan bagi 138 orang tersangka. Diantaranya, hasil pemilu untuk 111 orang dibatalkan, sementara 27 lainnya ditolak, jadi persentase kemenangan pihak kejaksaan hampir mencapai 80%.”
Luo juga mengemukakan, selain tim koordinasi pusat, tim pemeriksa penyuapan dan kekerasan pemilu juga secara serentak didirikan di kantor-kantor kejaksaan di setiap daerah.
Untuk diketahui, pemilihan umum presiden dan wakil presiden Republik Tiongkok ke 14 dijadwalkan diselenggarakan 16 Januari, 2016. Pada saat yang sama, juga akan digelar pemilu anggota Yuan Legislatif priode ke 9.