(Taiwan, ROC) Walikota Taipei Ko Wen-je (柯文哲) berangkat ke Shanghai, Daratan Tiongkok, pada hari Senin (17/8), didampingi lebih dari 30 pejabat pemerintah serta anggota Dewan Kota Taipei.
Agenda utama dalam perjalanan tiga hari ini adalah menghadiri Forum Taipei-Shanghai pada hari Selasa (18/8), dimana kedua kota akan menandatangani empat nota kesepahaman (MoU) atas rencana kerja sama, termasuk dalam bidang teknik pemesanan tiket elektronik dan perkembangan pelayanan sipil.
Taipei dan Shanghai juga akan mempromosikan penukaran serta kerja sama antara Distrik Zhongshan di Taipei dan Distrik Minxing di Shanghai, dan juga antara Distrik Zhongzheng di Taipei dan Distrik Jing’an di Shanghai, demikian berdasarkan keterangan pers yang dirilis oleh pemerintah Kota Taipei.
Sehari sebelumnya, ketika melawat ke Kabupaten Hsinchu dan Kota Hsinchu, Ko ditanya wartawan apakah pihak Daratan Tiongkok menetapkan sejumlah restriksi terhadap skala delegasi Taipei yang akan menghadiri forum tersebut.
Menurut laporan, Daratan Tiongkok telah melarang partisipasi sejumlah anggota Dewan Kota Taipei yang tidak diundang namun telah mengungkapkan kesediaan mengikuti event tersebut dengan uang dari saku sendiri.
Ko tidak secara langsung merespon, dia hanya menegaskan kepercayaan mutual antara kedua belah Selat Taiwan masih sangat lemah. “Saat ini, hal paling penting adalah membangun kepercayaan mutual,” tegasnya.
Saat berada di Shanghai, walikota Taipei pertama sejak 1994 yang bukan dari partai politik (independen) itu akan mengunjungi sejumlah situs arsitektur bersejarah, termasuk Gudang Sihang, lokasi pertempuran sengit antara tentara Republik Tiongkok melawan penjajahan tentara Jepang pada 1937.
Selain itu, walikota mantan dokter itu juga akan melawat ke Rumah Sakit Proton dan Heavy Ion Shanghai, suatu fasilitas medis yang baru saja diinagurasi Mei lalu, dan Rumah Sakit Internasional Landseed, rumah sakit umum pertama di Shanghai yang dibangun dengan investasi dari Taiwan.