(Taiwan, ROC) Negosiasi atas peningkatan upah untuk pembantu rumah tangga asing di Taiwan mungkin akan digelar antara Taiwan dan negara-negara pensuplai tenaga kerja asingnya pada akhir Agustus, demikian berdasarkan keterangan pers yang dirilis oleh Kementrian Urusan Tenaga Kerja (MLA) pada hari Minggu (16/8).
Setelah pembekuan jumlah upah sepanjang 18 tahun, perundingan dijadwalkan mulai digelar dengan Indonesia, Filipina, Thailand dan Vietnam pada akhir bulan melalui saluran bilateral resmi yang didirikan oleh setiap negara, kata MLA, yang juga memperkirakan, upah bulanan pembantu rumah tangga asing mungkin akan dinaikkan dari NTD15.840 pada saat ini menjadi antara NTD16.840 dan NTD17.500 (USD545).
Wakil Menteri Hao Feng-ming (郝鳳鳴) mengutarakan, andaikata peningkatan upah tersebut disetujui, standar upah bulanan baru akan diberlakukan terhadap TKA baru yang datang pada tahun ini, sementara upah bagi yang sudah bekerja di Taiwan akan dikoordinasi dengan majikan masing-masing.
Ditanya apa yang akan terjadi kalau negosiasi tersebut gagal membuahkan hasil, Hao menegaskan, MLA akan mempertimbangkan memotong jumlah kuota TKA yang diizinkan atau mencari sumber baru untuk mengimpor buruh asing.
Berdasarkan statistik dari MLA, hingga akhir Januari 2015, ada sejumlah 556.412 tenaga kerja asing di Taiwan. Diantaranya, 208.486 bekerja sebagai pembantu atau perawat rumah tangga.