History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kelompok Limbah Nuklir Nasional Melancarkan Protes Berkumpul di Depan Istana Presiden

  • 26 April, 2014
  • Editor
Kelompok Limbah Nuklir Nasional Melancarkan Protes  Berkumpul di Depan Istana Presiden
Aksi Protes Duduk Anti Nuklir

   (Taiwan, ROC) Organisasi Limbah Nuklir tanggal 26 yang pagi mengelar kegiatan lari memasuki jalan Kategalan, kotaTaipei, sore melancarkan protes duduk, dan besok akan mengelar demo “Akhiri Tenaga Nuklir, Kembalikan Kedaulatan Rakyat”

   Mantan ketua partai oposisi partai Progresif Demokratif (DPP), Lin Yi-hsiung sejak tanggal 22 April melakukan puasa anti nuklir, beberapa hari ini di lapangan kebebasan (Gedung Peringatan CKS), Jalan Kategalan dan di seluruh pelosok Taiwan menyelenggarakan beberapa kegiatan menanggapi permintaan limbah nuklir dari Lin Yi-hsiung.

   Pagi hari tanggal 26, di jalan Ketagalan, depan istana presiden, kelompok anti nuklir menyelenggarakan kegiatan lari “Menentang Radiasi Nuklir”, dan mulai pukul 4 sore mengumpulkan semua kegiatan anti nuklir untuk melakukan “Masuk ke Jalan Ketagalan Tanpa Batas Waktu”, besok (27/4) sore pukul 2 akan melangsungkan demo“Akhiri Tenaga Nuklir, Kembalikan Kedaulatan Rakyat”

   Beberapa hari lalu kaukus legislatif partai berkuasa partai Kuo Min Tang (KMT) mengelar rapat yang membuahkan keputusan “Setelah proyek PLTN IV diselesaikan dan lolos dari proses pemeriksaan keamanan, tidak menempatkan bahan baker, tidak beroperasi. Apakah PLTN IV dioperasikan atau tidak, diputuskan oleh rakyat melalui referendum”. Para anti nuklir nasional beranggapan, ini berarti terus mengeluarkan biaya milyaran dollar Taiwan agar pembangunan proyek PLTN IV ini dapat diselesaikan, hanyalah menunda jadwal masalah limbah nuklir. 

   Kelompok anti nuklir nasional dengan jelas mengajukan 2 permintaan, yang pertama : hentikan proyek PLTN IV, Pencabutan PLTN I, II, III; permintaan ke 2 : Menurunkan batasan ambang referendum dan menegaskan, tidak menutup kemungkinan melancarkan prostes yang lebih keras lagi apabila pemerintah tidak menanggapi permintaan ini.

Komentar

Terbarumore