History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jepang Tinjau PD II, Presiden Ma Himbau Jepang Ambil Tindakan Konkrit

  • 15 August, 2015
  • Editor
Jepang Tinjau PD II, Presiden Ma Himbau Jepang Ambil Tindakan Konkrit
Presiden beri hormat kepada veteran

(Taiwan, ROC) – Mengenai penuturan dari perdana menteri Jepang, Shinzo Abe dalam peringatan perang dunia II selama 70 tahun, hari ini(15/8) Presiden Ma Ying-joeu mengatakan, pemerintah Republik Tiongkok yakin dengan kesediaan Jepang melakukan peninjauan, namun berharap agar pemerintah Jepang di masa mendatang lebih dapat memberikan tindakan konkrit bagi wanita Jugun Ianfu.

  

Pada pagi hari ini(15/8) dalam upacara pembukaan peringatan masa perang bertajuk: “dari perang ke perdamaian: pameran peringatan kemenangan perang 70 tahun” dipimpin oleh Presiden Ma ying-jeou. Presiden Ma mengatakan, pada masa tersebut Jepang menyerah juga dicatat oleh Amerika, didata pada koleksi traktat PBB( UN Treaty Series 1952), perjanjian yang sesungguhnya, hal ini mengenai ikatan perjanjian dan pemulihan dasar hukum dari Republik Tiongkok.

 

Mengenai permohonan maaf dari PM Jepang Shinzo Abe, Presiden Ma mengemukakan, pada saat itu agresi militer Jepang, menimbulkan korban dan kerusakan yang tidak terhitung, pihaknya percaya pemerintah Jepang yang bersedia melakukan peninjauan kembali termasuk untuk bagian Jugun Ianfu, Jepang semestinya lebih tulus dan melakukan tindakan tanggung jawab yang lebih nyata. Presiden Ma: “ agresi militer Jepang menyebabkan korban dan kerusakan berat bagi negara kami, Taiwan sangat berharap pemerintah Jeoang dapat terus menghadapi sejarah, dan bersikap lebih tulus, lebih bertanggungjawab dengan tindakan konkrit, bersama dengan negara-negara tetangga mendapat kesepakatan dan damai, tetap mengembangkan hubungan persahabatan. Taiwan juga akan berdiri pada dasar ini, terus membina hubungan baik dengan Jepang, secara bersama menciptakan kawasan yang damai dan makmur.

 

Presiden Ma menekankan, kesalahan agresi mungkin dapat dimaafkan, namun tangisan darah sejarah tidak dapat dilupakan, di masa depan akan terus didiskusikan, memiliki rasa simpati, dapat membedakan antara kasih dan kebencian, tetap mengembangkan hubungan antara Taiwan-Jepang

Komentar

Terbarumore