Taiwan, ROC)- sistem pengendalian impor produk pangan Jepang hingga hari ini(8/15) telah berjalan selama 3 bulan, guna memahami pandangan dari masyarakat Taiwan terhadap produk makanan Jepang asal wilayah dampak bencana nuklir, Badan pengawas makanan dan obat(FDA) pada tanggal 5 Agustus lalu melakukan jajak pendapat masyarakat, hingga lusa semua data akan dikumpulkan. Berdasarkan data terbaru memperlihatkan, sementara ini ada 831 orang yang memberikan suara, diantaranya 472 orang menyatakan setuju dan 359 orang tidak setuju. Direktur FDA, Jiang Yu-mei(姜郁美) mengemukakan, setelah hasil jajak pendapat selesai, maka akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan, namun hasil ini tidak menjadi indikator utama untuk melakukan kebijakan pelonggaran.
Musibah nuklir di Jepang yang yang terjadi pada tanggal 11 Maret, maka Taiwan mengambil langkah menghentikan pengiriman produk pangan yang diproduksi dari 5 kabupaten diantaranya, Fukushima, Chiba, Ibaraki, Tochigi dan Gunma, pembatasan ini hingga saat ini telah berjalan lebih dari 4 tahun; walaupun tidak sedikit dari beberapa negara yang mulai secara bertahap mengijinkan impor produk pangan Jepang, pada tahun ini bulan Maret setelah kasus terungkap adanya pemalsuan label produk pangan dan terbukti tempat produksi berasal dari kabupaten tersebut, maka Taiwan pada tanggal 15 Mei memperketat aturan dengan wajib melampirkan bukti sertifikat yang memenuhi persyaratan ganda, hal ini membuat pihak Jepang tidak bisa menerima.
Sementara FDA memberitahukan publik, selain adanya upaya mengarah pada kebijakan pelonggaran, FDA dalam forum pembahasan keamanan dan gizi pangan yang terbagi pada tanggal 1 Mei dan 3 Agustus membuka pertemuan pembahasan revisi aturan “standar kelolosan untuk keamanan produk pangan yang terkontaminasi debu atom maupun radiasi.”
Kepala divisi FDA, Pan Jyh-quan(潘志寬) mengatakan berdasarkan hasil rapat pertemuan, aturan standar produk terradiasi lebih difokuskan revisi standar aturan Jepang, yakni atom caesium-134, caesium-137, akan menjadi ukuran standar internasional yang paling ketat, sementara di kelang mendatang untuk lokasi ataupun negara dengan kontaminasi radioaktif juga akan diatur dengan standar ini.
Mengenai 4 wilayah Jepang selain Fukushima yang terkontaminasi apakah ada persyaratan untuk dapat membuka ijin impor produk pangan, Direktur FDA Jiang merespon, masih dalam tindakan mengevaluasi mana sajakah produk bermasalah, manakah beresiko terendah, diantaranya untuk makanan ringan, mie instan, peralatan makan yang saat ini masih dalam penilaian.