(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 13 Agustus menerima kunjungan senator Tom Colton dari Amerika. Dalam sambutannya, Ma menyampaikan bahwa sejak dirinya menjabat sebagai presiden, mulai memberlakukan prinsip “Low profile” dan non resiko dalam membina hubungan antara Taiwan dan Amerika. Hal ini juga membuahkan hasil yakni hubungan kerjasama dalam bidang perdagangan, keamanan maupun yang lain mencapai tahap yang terbaik dalam kurun waktu 36 tahun terakhir ini. Presiden Ma juga mengambil contoh keputusan Kongres Amerika belum lama ini yang mengijinkan penjualan alutsista untuk Taiwan pada tahun depan. Keputusan tersebut juga berarti adanya dukungan dari Dewan Eksekutif dan Legislatif Amerika kepada Taiwan, termasuk 6 jaminan yang diambil, guna mengimplementasikan janji untuk turut menjaga keamanan wilayah Taiwan sendiri.
Dalam hubungan antar selat sendiri, Presiden Ma menjelaskan bahwa selama ini Taiwan terus menghadapi berbagai persengketaan dalam wilayah perairan Laut Timur. Untuk itu, dengan memegang teguh kepada Undang-Undang Dasar Republik Tiongkok, Ma juga berusaha mempertahankan prinsip tidak reunifikasi, tidak merdeka dan tidak menggunakan senjata dalam menjaga kestabilan hubungan antar selat. Selain itu terus mendorong perkembangan di berbagai bidang secara damai dengan mengacu kepada “Konsensus 92, satu Tiongkok dengan persepsi masing-masing”. Perbaikan dalam hubungan antar selat juga sangat nyata dibandingkan sebelum tahun 2008.
Presiden Ma mengatakan, “Yang unik adalah, untuk saat ini terdapat 3 kandidat dalam pemilu presiden mendatang, dan semuanya berpendapat sama yakni mempertahankan status quo. Hal ini juga berarti mempertahankan status quo dalam hubungan antar selat menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat umum.”
Presiden Ma menjelaskan adanya perkembangan yang besar dalam hubungan kerjasama perdagangan antara Taiwan dan Amerika. Ma mengharapkan kedua belah pihak dapat segera menindaklanjuti dengan penandatangan kesepahaman kerjasama untuk bidang tersebut. Ma juga berharap dalam forum diskusi kedua Kemitraan Trans Pasifik atau TPP dapat memberikan titik cerah terhadap keinginan Taiwan untuk turut bergabung dalam keanggotaan TPP.
Tom Colton dalam pidatonya menyebutkan 3 poin penting. Yang pertama adalah hubungan antara Taiwan dan Amerika telah tertanam kuat dan lama, selain itu juga turut menikmati hasil dari asas demokrasi dan kebebasan yang dicanangkan. Dalam poin kedua Tom Colton menyebutkan dukungan bagi Taiwan untuk bergabung dalam keanggotaan TPP. Selain itu Taiwan sendiri juga merupakan salah satu dari 10 negara mitra dagang terbesar Amerika. Untuk poin yang terakhir Tom Colton menganggap prinsip penyelesaian masalah persengketaan di kawasan perairan Laut Timur dan Laut Selatan yang diajukan oleh Presiden Ma sangat penting bagi perdamaian dan kelangsungan perkembangan kawasan setempat. Terakhir Tom Colton juga memberikan jaminan bahwa dirinya beserta dengan banyak senator Amerika adalah sahabat baik Taiwan.