History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NIA Selidiki Maraknya Kasus Pelarian TKA dalam Shelter

  • 13 August, 2015
  • Editor
NIA Selidiki Maraknya Kasus Pelarian TKA dalam Shelter
NIA Selidiki Maraknya Kasus Pelarian TKA dalam Shelter

(Taiwan, ROC) – Shelter Tenaga Kerja Asing (TKA) Biro Imigrasi di bawah Kementrian Dalam Negeri, kembali marak dengan kasus TKA yang melarikan diri. Legislator partai Taiwan Solidarity Union (TSU), Chou Erl-an, dalam jumpa pers menyampaikan, beberapa hari lalu terdapat 4 TKA yang melarikan diri dengan cara melonggarkan jeruji besi dengan tali jemuran. Chou Erl-an menegaskan sejak dibentuknya biro imigrasi tahun 2007 hingga sekarang sudah terjadi 28 kasus dan kasus melarikan diri yang melibatkan 73 orang. Hal ini berkemungkinan karena adanya kelalaian dari petugas instansi terkait, bahkan adanya tindakan pemberian hukuman ringan terhadap kasus berat. Selain itu terdapat pula kejadian dimana hukuman yang diberikan tidak dilaksanakan. Ini memungkinkan adanya keterlibatan antara agen perantara ilegal dan petugas keimigrasian terkait dengan pemberian janji muluk kepada TKA. Untuk itu Chou meminta pihak jaksa dapat turut serta dilibatkan dalam penyelidikan kasus.

Wakil Divisi Hukum dan NIA Internasional, Lin Yi-chun menjelaskan bahwa beberapa hari lalu terdapat 4 TKA yang melarikan diri dari shelter dan dipastikan karena adanya kelalaian petugas dalam shelter. Lin mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan keamanan di shelter, dan pihaknya akan memperkuat manajemen internal. Selain itu juga akan mencari petugas yang lalai untuk bertangung jawab atas pelanggaran yang dilakukan.

Lin Yi-chun mengatakan, “Seperti sebelumnya, setiap adanya kasus pelarian, kami akan mencari pihak yang bertanggung. Petugas terkait akan diberikan peringatan berat, dan dapat diajukan terkait pelanggaran undang-undang kelalaian pelaksanaan tugas. Jika terjadi kelalaian tugas, maka yang terkait dapat dituntut telah melakukan ‘kejahatan melarikan diri’ ke meja hijau.”

Lin Yi-chun juga menegaskan, kebanyakan TKA kaburan berpikiran ingin mendapatkan penghasilan yang lebih banyak, namun kenyataannya hanya janji muluk saja. Saat ini Satuan Administrasi Wilayah Utara Taiwan telah membentuk tim khusus. Dari 4 TKA yang melarikan diri, 2 di antaranya telah tertangkap, dan diajukan ke pengadilan terkait pelanggaran “Kejahatan melarikan diri”. Untuk ke depannya, pihaknya akan melakukan instropeksi keseluruhan, termasuk keamanan dan kualitas shelter yang ada.

Komentar

Terbarumore