(Taiwan, ROC) – Wamenko Cho Shih-chao(卓士昭) semenjak tangal 10 Agustus, melakukan perjalanan dinas di 3 kota besar Amerika dan Kanada, menjalankan pembahasan investasi multinasional dengan 10 perusahaan asing, berharap melakukan kerjasama yang dapat dituangkan dalam nota kesepahaman(MoU) atau letter of Intent(LoI), agar memperlaju minat investor asing di Taiwan.
Kemenko melihat adanya kesenjangan yang dapat diisi oleh negara luar sebagai penyedia teknologi kunci rantai industri Taiwan, meneruskan masa lalu kunjungan delegasi Taiwan yang dipimpin oleh ketua Dewan Pengembangan Perdagangan Ekternal Taiwan (TAITRA), Liang Kuo-shin, tahun ini wamenko Cho membawa delegasi diantaranya sebanyak 13 pengusaha Taiwan, wakil walokota kota Taoyuan, Wang Ming-de mengunjungi Amerika, mengharapkan agar tim bisnis yang dapat memberikan pelayanan inventasi serta memperlaju dan memperkuat minat investor asing melakukan investasi di Taiwan.
Pada tanggal 10 Agustus, Cho Shih-chao didamping oleh direktur bidang investasi untuk kantor perwakilan Republik Tiongkok di Amerika, Ling Chia-yuh (凌家裕) dan Direktur Urusan Investasi, Kementerian Ekonomi Republik Tiongkok Lien Yu-ping (連玉蘋), mengunjungi perusahaan Praxair, pusat penelitian produksi universitas Yale dan perusahaan GE, kemudian pada tanggal 11 Agustus diagendakan mengunjungi perusahaan internet nirkabel Veeco, pabrik semikonduktor dan pabrik farmasi.
Pada tanggal 10 Agustus malam hari, wamenko saat berada di kantor perwakilan Taiwan di New York mengadakan forum pembahasan bertajuk “Taiwan, Amerika dan perekonomian Asia Pasifik: Kerangka TPP Makmurkan Ekonomi Asia Pasifik”, dalam forum tersebut kembali menegaskan keinginan Taiwan bergabung dengan kemitraan Trans Pasifik(TPP), beberapa mantan pejabat Amerika dan pakar mengatakan TPP terlalu menekankan pada persoalan politik, seharusnya lebih mengarah pada ekonomi sementara Taiwan bagian dari organisasi perdagangan dunia(WTO), semestinya tidak beralasan jika tidak diijinkan bergabung, namun sulit sekali mengabaikan faktor lain yakni Daratan Tiongkok.
Cho Shih-chao menekankan, Taiwan dalam kawasan Asia Pasifik memainkan peran penting sebagai kunci rantai penyedia, menghimbau Amerika juga memberikan dukungan kepada Taiwan ikutserta dalam kemitraan TPP, mengingat Taiwan yang telah mengumpulkan beragam kebijakan, diawali dengan penandatanganan kerjasama bilateral dalam FTA, giat menyampaikan keinginan bergabung dalam TPP maupun kemitraan ekonomi regional komprehensif(RCEP), serta mengharapakan sebelum tahun 2020 bisa menggapai sasaran kerjasama perdagangan bebas(FTA) maupun perjanjian kerjasama perekonomian(ECA) dengan 60% cakupan secara global.
Forum pembahasan, Jacques DeLisle selaku direktur perencanaan program Asia Timur, institut penelitian kebijakan asing(FDRI) beranggapan, Taiwan di era pasca WTO, kondisi ekonomi tidak tergantung pada Daratan Tiongkok, maka seharusnya juga ikut mendorong Taiwan bergabung dengan kemitraan global, selain Taiwan merupakan mitra utama di kawasan Asia Timur, dengan bergabungnya Taiwan dalam kemitraan ini akan memberikan keuntungan bagi dunia.