(Taiwan, ROC) Angkatan Bersenjata Republik Tiongkok menurunkan 4.490 personel dan 222 kendaraan tambahan untuk terus membantu rekonstruksi pasca bencana taifun Soudelor yang diusahakan pemerintah daerah di berbagai tempat, agar kehidupan normal dan lingkungan hidup warga bisa secepatnya dipulihkan.
Keterangan pers dari Kementrian Pertahanan Nasional (MND) pada hari Senin (10/8) menunjukkan, sejak Taiwan diserang taifun Soudelor pada Kamis (6/8) malam hingga Minggu (9/8), pihak militer secara keseluruhan telah menurunkan 15.189 personel dan 849 kendaraan, sementara sejumlah 5.281 warga telah dievakuasi dan 27 sekarang berada di tempat penampungan sementara.
Menurut MND, pekerjaan-pekerjaan yang dibantu pihak militer mencakup membersihkan jalan raya, terutama pohon-pohon yang tumbang, membuang batu dan membuka kembali jalan yang terpengaruh tanah longsor.
MND juga melaporkan, fokus pekerjaan pada hari Senin adalah meneruskan pencarian dan pemberian bantuan pada para korban yang kehilangan hubungan dengan luar di daerah pegunungan di Distrik Wulai, Kota Taipei Baru sejak malam serangan taifun.
Berdasarkan keterangan, sejumlah 36 personel dan dua helikopter telah diturunkan dalam upaya pencarian hari Senin di beberapa daerah di Wulai, termasuk Jalan GuangXing, Jalan PingGuang, Jalan XiLuoAn serta RW ZhongZhi.
Pada saat yang sama, mengingat bahwa taifun Soudelor telah mendatangkan curah hujan tinggi, MND tidak lupa menyerukan warga di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan mencegah tanah longsor, menjamin keamanan harta dan jiwa.
Dalam berita bersangkutan, Dewan Pertanian melaporkan, hingga Senin pagi, kerugian pertanian akibat badai taifun Soudelor telah melampaui NTD630 juta. Diantaranya, kerugian paling serius tercatat di daerah Hualian, Tainan serta Kaohsiung, dan angka ini dikhawatirkan akan terus meningkat di beberapa hari kedepan setelah laporan kerugian dari banyak daerah lain selesai dihimpun.