(Taiwan, ROC) Taiwan berharap Jepang bisa menyelami makna unik dari peringatan 70 tahun kemenangan perang melawan Jepang bagi masyarakat Taiwan, maka meski menjalin hubungan cukup bersahabat dengan Taiwan, Jepang dihimbau untuk sedapat mungkin mempertahankan hubungan baik dengan negara-negara sahabat lain.
Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri David Lin Yung-lo (林永樂) disela pertemuannya pada Senin (10/8) pagi di kantor Kementrian Luar Negeri, Taipei, dengan duta besar Nauru Ludwig Dowong Keke selaku pemimpin kelompok diplomat asing di Taiwan.
Komentar Lin disampaikan ketika ditanya wartawan perihal pendapatnya atas pidato peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II, yang dijadwalkan disampaikan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam suatu upacara peringatan pada hari Jumat (14/8).
Perihal laporan ini, menteri Lin menegaskan, Kementrian Luar Negeri akan dengan teliti mengamati perkembangannya, namun Taiwan berharap Jepang bisa menyelami makna unik dari peringatan 70 tahun kemenangan perang melawan Jepang bagi masyarakat Taiwan.
David Lin mengatakan, “Kami harap Jepang bisa menyelami makna uniknya bagi masyarakat Taiwan. Tahun ini adalah peringatan 70 tahun kemenangan perang melawan Jepang, juga peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Kita semua sangat prihatin pada apa yang akan dilakukan Jepang, tapi kami tetap berharap bisa menjalin persahabatan baik dengan Jepang, juga berharap Jepang sedapat mungkin bisa menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga.”
Menurut laporan NHK Jepang pada hari Senin, isi pidato Abe akan mencakup semua kata kunci yang dipakai dalam pernyataan Perdana Menteri Tomiichi Murayama pada 1995, termasuk kata “memohon maaf” dan “agresi.”