(Taiwan, ROC) Perihal masalah pengontrolan keamanan makanan impor dari daerah bencana nuklir Jepang, sama halnya dengan banyak negara lain, Taiwan akan perlahan-lahan mencabut larangan impor tersebut, tapi kapan pencabutan tersebut akan diberlakukan akan direncanakan dan diputuskan oleh Kementrian Kesejahteraan dan Kesehatan (MoHW).
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri David Lin Yung-lo (林永樂) usai menemui duta besar Nauru Ludwig Dowong Keke selaku pemimpin kelompok diplomat asing di Taiwan. Pertemuan berlangsung Senin (10/8) pagi di kantor Kementrian Luar Negeri, Taipei.
Menurut Lin, masalah keamanan makanan impor dari Jepang pada prinsipnya tidak lagi ada sejak pemeriksaan terhadap daerah asal dan kandungan radiasi makanannya mulai dilaksanakan 15 Mei lalu.
Mayoritas negara, termasuk Taiwan, bercondong perlahan-lahan mencabut larangan impor produk makanan dari Jepang, tutur Lin, tapi kendati restriksi sudah dihapuskan, pemeriksaan terhadap daerah asal serta kandungan radiasi produk makanan Jepang akan terus dilaksanakan.
Lin yakin MoHW bisa menangani masalah keamanan makanan dengan baik, pada saat yang sama bisa menyelesaikan isu restriksi impor produk makanan Jepang agar kerja sama bilateral bisa terus dipromosikan.