(Taiwan-ROC) Direktoral Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) hari ini (5/8) mengumumkan Indek Harga Konsumen (CPI) untuk bulan Juli yang mengalami penurunan sebesar 0,13% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, atau berkurang 0,66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan untuk rata-rata CPI Januari-Juli mengalami penurunan 0,65% dibandingkan tahun lalu.
DGBAS menganalisa, penyebab utama adalah turunnya harga minyak, bahan bakar dan listrik, ditambah dengan turunnya harga buah-buahan, begitu pula harga produk elektronik yang jauh lebih rendah dari tahun kemarin, tetapi untuk harga sayuran dan daging malah lebih tinggi, untuk makanan instan, makanan jadi dan lainnya juga mengalami kenaikan, untuk bagian konsumen mengalami penurunan; apabila dikurangi penurunan harga sayuran dan buah-buahan sebesar 0,77%, dan setelah dikurangi lagi dengan indeks sumber energy, maka diperkirakan CPI inti mengalami peningkatan sebesar 0,66%. Berhubung dengan CPI inti mengalami pertumbuhan naik, DGBAS beranggapan untuk harga barang masih tergolong stabil dan cenderung meningkat, tidak menimbulkan kekhawatiran adanya deflasi.
Wakil Statistik Umum DGBAS, Tsai Yu-tai mengatakan, “Pandangan kami seekarang yaitu fluktuasi harga barang secara keseluruhan masih terhitung stabil, tidak bisa dikatakan 7 bulan berturut-turut terus menurun, adanya deflasi atau kebutuhan yang tidak mencukupi, karena untuk dua kwartal sebelumnya, penampilan CPI cukup baik.”
Sehubungan pada perkiraan awal DGBAS memperkirakan CPI tahunan 2015 mengalami pertumbuhan sebesar 0,13%, seiring dengan pertumbuhan minus CPI selama 7 bulan beturut-turut dan harga minyak bumi terus menurun, apakah juga aka nada revisi? Tsai mengemukakan, perkiraan sebelumnya memang diperkirakan lebih tinggi, sehingga ada kemungkinan perkiraan tahunan akan direvisi ke bawah, tetapi belum dapat diperkirakan berapa besaran revisinya