(Taiwan, ROC) – Pemerintah Taiwan meramaikan peringatan kemenangan perang HUT ke-70, dirayakan selama pertengahan bulan Agustus hingga akhir bulan Oktober dengan secara khusus mengundang warga asing seperti Amerika, Jerman, Inggris dan Rusia berpartisipasi dalam peringatan ini.
Kemenlu pada hari ini(8/4) mengemukakan, pembantaian Nanjing:The Rape of Nanjing, adalah sebuah buku karya Iris Chang Shun-ru(張純如), kedua orangtua penulis buku tersebut juga akan berkunjung ke Taiwan.
Juru bicara kemenlu, Wang Peilin(王珮玲) mengatakan : “Iris Chang adalah wanita yang bernasib tidak beruntung, telah meninggal dunia karena bunuh diri, kedua orangtuanya diundang untuk menghadiri kegiatan terkait.”
Pada masa tersebut, konsul jenderal Ho Feng-shan di Austria menyelamatkan orang yahudi dalam proses penerbitan visa agar terlepas dari penganiayaan rezim Nazi, putrinya Manil Ho dalam waktu terdekat ini juga pernah berkunjung ke Taiwan, bertemu dengan Presiden Ma Ying-joeu. Namun pada saat Ho Feng-shan menjabat sebagai dubes untuk Kolumbia dituntut oleh Yuan Pengontrol karena terlibat dalam pemalsuan data keuangan, berdasarkan dari sumber informasi, pujian yang diberikan Presiden, merupakan keyakinan Beliau terhadap kontribusinya bagi negara.
Kemenlu mengumumkan tamu yang diundang mencakup warga asing keturunan keluarga dari 3 mantan presiden yaitu Roosevelt, Truman dan Eisenhower, generasi muda dari militer “Flying Tiger”, Claire Lee Chennault; cucu dari John Rabe; keponakan cucu dari Wihelmina “Minnie” Vautrin. Minnie Vautrin saat menjabat pengganti kepala sekolah Ginling College, dalam masa pembantaian Nanjing, Ia melindungi wanita Daratan Tiongkok, kemudian tindakan Minnie dituangkan dalam buku yang berjudul American Goddess at the Rape of Nanking.