History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Insiden 228, Presiden Mengharapkan Keluarga Korban Dapat Rasakan Upaya Pemerintah

  • 04 August, 2015
  • Editor
Insiden 228, Presiden Mengharapkan Keluarga Korban Dapat Rasakan Upaya Pemerintah
Presiden Ma Ying-joeu

(Taiwan, ROC) -Presdien Ma Ying-joeu pada hari ini(8/4) menghadiri kegiatan publikasi buku baru “kompilasi sejarah terhadap insiden 228”, dalam sambutannya Presiden Ma mengatakan, Beliau secara pribadi sangat peduli dan memberikan perhatian terhadap insiden 228, pemerintah juga telah berusaha, mengharapkan dengan upaya ini, pihak keluarga juga ikut merasakan niat dan sikap baik ini

 

Presiden Ma mengemukakan, di masa 20 tahun yang lalu, dalam hal ini pemerintah berupaya, mencakup tindakan permohonan maaf, ganti rugi maupun kompensasi dan lain sebagainya, mengharapkan agar keluarga korban dapat merasakan niat dan sikap baik ini. Presiden Ma mengatakan: “tentu saja upaya yang dilakukan oleh pemerintah tidaklah sedikit, namun bagi sebagian pihak keluarga hal ini selamanya tidak dapat terpenuhi. Kami mengharapkan setidaknya dari upaya yang kami lakukan dapat membuat pihak keluarga ikut mengerti akan niat dan sikap baik baik, agar masalah ini secara berangsur-angsur dapat menghilangkan rasa pedih bagi keluarga korban.”

  

Presiden Ma masih mengingat hal yang dilakukan negara Jerman pada masa setelah perang dunia II, mencakup pengakuan kesalahan, meminta maaf, kompensasi, pemerintah federal menetapkan dalam materi pelajaran, anak-anak diberi pendidikan dalam hal ini, memahami tindakan kekerasan dari Nazi. Presiden Ma juga mengatakan, tentu saja dalam masa tersebut pemerintah juga bersalah, mengungkapkan kenyataan sejarah masa lalu dari eksplorasi catatan yang ada menjadi pendidikan untuk generasi berikutnya. Presiden Ma beranggapan cara yang digunakan oleh dua negara tidak jaug berbeda, namun partai pemerintah Jerman setelah perang tidak berkaitan dengan Nazi, sementara partai pemerintah Taiwan saat ini juga merupakan partai berkuasa di masa 228.

  

Presiden Ma mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini pemerintah terus dihadapkan dengan beban demikian, masih ada keraguan yang ditutupi, investigasi tak terkontrol, tidak ada pembatasan, dikarenakan merupakan usulannya, membaca sejarah seharusnya mendiskusikan kejadian yang terjadi, ikut mendengarkan pendapat dari pihak keluarga, baru dapat mengembalikan suasana masyakarat damai dan harmonis. Presiden Ma juga yakin dengan upaya yang dilakukan Academia Sinica, juga mengharapkan masyarakat dapat melangkah maju mengarah pada perkembangan yang progresif.

Komentar

Terbarumore