(Taiwan, ROC) menjelang hari ayah yang jatuh pada tanggal 8 Agustus, Manpower Bank pada hari ini(8/4) mengumumkan hasil survei, beban tanggungan dari pekerja berstatus dikarenakan faktor ekonomi atau pengeluaran rumah tangga, dalam hal ini dengan tekanan sangat tinggi hampir mencapai 88%, 14% responden lainnya bahkan sangat depresi dengan tekanan yang dihadapi; pekerjaan dengan gaji rendah atau ekonomi relatif tidak stabil yang dialami ayah untuk angkatan usia tahun kelahiran 90-an juga sangat besar.
Manpower Bank dengan hasil survey menyampaikan, terdapat 88% pekerja berstatus ayah mengalami tekanan berat, 14% diantaranya bahkan merasa depresi. Hasil analisa juga menemukan, pekerja berstatus ayah yang bekerja di bidang pelayanan swasta mengalami tekanan terberat, diantaranya pada bidang penjualan di departemen store dan industri pengobatan untuk pertanian dan peternakan; sementara untuk pekerja berstatus ayah dengan tekanan terendah, mereka bekerja di bidang industri distribusi niaga dan grup pendidikan pemerintah.
Hasil survei juga menemukan, pekerja berstatus ayah memiliki tekanan karena beberapa faktor, untuk faktor pengeluaran rumah tangga mencapai 76,3%, masalah biaya pendidikan anak 39,8%, tidak ada promosi dan kenaikan gaji 38,3%. Diantaranya untuk pekerja berstatus ayah dengan kelahiran tahun 90-an terlihat jelas mereka lebih tertekan dibandingkan dengan kelompok tahun kelahiran lainnya. Wakil direktur utama Manpower Bank 1111, Lee Tai-hwa mengatakan: “usia muda yang dibandingkan relatif bekerja di jenjang pekerjaan yang menengah ke bawah, sehingga gaji pendapatan lebih rendah, yang pertama adalah tekanan ekonomi, kedua tekanan disebabkan oelh faktor anak, tidak ada pengalaman, baru menjadi ayah, sehingga dalam ringkup waktu yang tertekan yang terfokus pada keluarga dan pekerjaan.”
Daniel Lee mengatakan, hampir mencapai 90 persen pekerja berstatus ayah bersedia bertangung jawab terhadap biaya anak-anaknya, maka mereka bersedia bekerja dengan giat, jika dilihat gaji degan kelompok usia pria yang sama, pendapatan seorang pekerja berstatus ayah lebih tinggi dibandingkan dengan pria berstatus single; namun terdapat 74% responden saat ditanyai menjawab, faktor keluarga pernah mempengaruhi kinerja kerja termasuk melepas kesempatan dinas luar, mempercepat proses pensiun atau tidak dapat memenuhi permintaan perusahaan untuk tugas luar maupun lembur.