History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pemrotes Revisi Materi Pelajaran Menerobos Kemendik Menteri Pendidikan : Tidak Gugat Pelajar

  • 01 August, 2015
  • Editor
Pemrotes Revisi Materi Pelajaran Menerobos Kemendik  Menteri Pendidikan : Tidak Gugat Pelajar
Menteri Pendidikan Wu Shi Hua Bersama Presiden RTI Prof. Weber H. W. Lai

(Taiwan-ROC) Sekelompok pelajar dan masyarakat anti revisi materi pelajaran tanggal 23 Juli malam menerobos masuk gedung Kementerian Pendidikan, bahkan mereka memasuki kantor menteri pendidikan, yang akhirnya 33 orang diciduk, terdiri dari 24 pelajar, 6 warga dan 3 wartawan, pada waktu itu Menteri Pendidikan, Wu Shi-hua segera mengelar jumpa pers dan mengemukakan, terkait kasus ini akan menggugat pelajar dan wartawan, tetapi hari ini (1/8) dalam wawancara khusus Radio Taiwan Internasional (RTI) untuk acara dalam bahasa Mandarin “Selamat Pagi Taiwan”, Menteri Pendidikan Wu Shi-hua menyampaikan, kementerian pendidikan saat ini tidak mengajukan tuntutan pada pelajar.

Menteri Pendidikan Wu Shi-hua mengatakan, "Pada hari kedua setelah timbulnya kasus ini, kami secara mengatakan akan mengajukan tuntutan, sebenarnya kami hingga sekarang ini belum secara resmi mengajukan tuntutan, penjelasan kami pada hari itu sebenarnya berharap agar ada kesepakatan dengan masyarakat, masyarakat Taiwan adalah masyarakat hukum, setiap orang seharusnya mematuhi hukum, dan yang paling penting adalah, kami tidak ingin ada pihak lain yang memberikan pengaruh buruk pada pelajar yang tidak memahami situasi yang ada, ini merupakan harapan terbesar kami.

Wu Shi-hua menyampaikan, terhadap kasus pelajar SMA menerobos masuk gedung Kementerian Pendidikan, terhadap hal ini sebenarnya kementerian pendidikan tidak berharap meminta tanggung jawab hukum, mengenai mereka yang bukan pelajar SMA, apabila bersedia mengaku salah atas tindakannya, kementerian pendidikan juga bersedia mengunakan jalur diluar hukum untuk mengatasinya. Wu Shi-hua menegaskan, tidak mengugat selalu menjadi target kementerian pendidikan. 

Komentar

Terbarumore