(RTI/ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) hingga tahun 2017 guna meningkatkan produksi daging dan susu nasional pada masa mendatang. Hal tersebut seiring dengan rendahnya populasi sapi potong dan sapi perah di Indonesia, kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Muladno, di Surabaya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini telah berdiri sebanyak 10 SPR. Keberadaan sentra itu menyebar di berbagai daerah secara nasional. Misalnya ada tiga sentra di Bojonegoro dan Pulau Sapudi (Madura) sebanyak dua sentra. Untuk Banyuasin, Musi Banyuasin Sumatera, Kabupaten OKI (Ogan Komering Ilir) di Sumatera Selatan, Sumbawa dan Kalimantan Selatan masing-masing sebanyak satu sentra.
Walau demikian, jelas dia, 10 sentra tersebut sudah beroperasi dengan baik. Berikutnya, pada tahun 2015 diharapkan ada pengembangan sebanyak 210 sentra. Dan pada tahun 2017 dapat meningkat menjadi 1.000 sentra dan terus mengalami peningkatan hingga 3.000 sentra.
Mengenai investasi pendirian sentra, katanya, besarannya tidak memerlukan dana yang besar. Penyebabnya, sentra tersebut merupakan pengembangan yang sudah ada.
Ia menyebutkan, pengembangan sentra itu berperan penting dalam mendongkrak kuantitas ternak. Oleh sebab itu, pihaknya juga telah menyiapkan pelatihan bagi para peternak.