(Taiwan, ROC) – Hampir 30 orang pelajar dan masyarakat melakukan aksi protes terhadap kemendik atas perubahan materi mata pelajaran, mereka menyerobot masuk gedung kemendik, ada sebagian siswa dan wartawan ditangkap oleh pihak berwajib, sehingga dari permasalahan ini semakin membesar, walikota kota Taipei Ko Wen-je beranggapan sudah semestinya pemerintah dan yuan eksekutif turun tangan menghadapi masalah ini.
Sehubungan dengan hal ini, juru bicara yuan eksekutif, Sun Lih-chyun pada hari ini(7/28) mengatakan, yang menjadi pokok perhatian penting bagi yuan eksekutif adalah kepentingan siswa dalam proses belajar maupun ujian, sementara ini jenis materi pelajaran baru dan lama diintegrasikan, yang menjadi persengketaan yakni kedepannya tidak akan dijadikan sebagai bahan ujian, kemendik masih berlanjut dengan tahap pembahasan dan komunikasi. Sun Lyh-chyun mengemukakan, siswa menyerobot masuk gedung kemendik pada malam tersebut, perdana menteri Mao Chih-kuo segera turun tangan menangani masalah tersebut pada kesempatan pertama.
Mengenai wartawan di malam tersebut juga ditangkap oleh polisi, masyarakat luar juga memberikan kritikan pemerintah tidak menghargai kebebasan pers. Sun Lyh-chyun mengatakan, yuan eksekutif tetap mempertahankan kebebasan media, PM Mao pada saat itu juga menginstruksikan kepada kemendik, selama ada wartawan yang meliput berita dan jangan menghalangi mereka.
Sun Lyh-chyun mengatakan: “saya kira kebebasan media adalah hal penting yang harus kita pertahankan, juga merupakan dukungan penting, pada hari tersebut, perdana menteri telah mengintruksikan agar ditangani dengan benar, jika ada rekan media bertugas untuk meliput, tidak boleh diganggu, sementara pihak lainnya diserahkan kepada instansi penegak keadilan yang akan menentukan.
Sun Lyh-chyun mengatakan, apakah pihak kepolisian telah melampaui batas kekuasaan mereka, dalam hal ini akan dilihat dari bukti yang ada dan diserahkan kepada instansi penegak hukum untuk memberikan putusan.