History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Indonesia berencana menaikkan upah pekerja pembantu rumah tangga di Taiwan

  • 27 July, 2015
  • Editor
Indonesia berencana menaikkan upah pekerja pembantu rumah tangga di Taiwan
Ilustrasi: Buruh asing tiba di Taiwan

(Taiwan, ROC) Indonesia akan meneruskan rencana menaikkan upah untuk pekerja pembantu rumah tangga di Taiwan, setelah negosiasi antara kedua negara atas isu tersebut tidak membuahkan hasil konkrit, demikian dilaporkan Kantor Berita Sentral (CNA) pada hari Minggu (26/7).

Deputi Bidang Penempatan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Agusdin Subiantoro memberitahukan CNA, Taiwan telah meminta Indonesia mengundurkan waktu pelaksanaan peningkatan upah tersebut, tapi Indonesia telah menunggu “terlalu lama.”

Menurut Agusdin, BNP2TKI dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei sedang mendiskusikan masalah ini dan akan mengadopsi suatu rencana yang bisa dipakai untuk mencerminkan fluktuasi kurs penukaran.

Indonesia memutuskan meneruskan rencana menaikkan upah tersebut, karena kesepakatan tidak mampu dihasilkan meskipun kedua pihak sudah mengadakan pertemuan sejumlah ronde, demikian tutur Subiantoro.

Tidak hanya Indonesia, pemerintah Vietnam dan Filipina juga telah memutuskan menaikkan upah pekerja pembantu rumah tangganya di Taiwan, lanjutnya.

Indonesia dan Filipina memberitahukan Taiwan pada awal Juli bahwa mereka telah memutuskan meningkatkan upah bulanan untuk pembantu rumah tangga yang bekerja di Taiwan dari NTD15.840 pada saat ini menjadi NTD17.500 (USD556).

Kementrian Tenaga Kerja Taiwan telah memrotes keputusan kedua negara tersebut dan meminta mereka mengundurkan waktu pelaksanaan kebijakan itu hingga dicapainya persetujuan atas isu tersebut dengan Taiwan.

Mulai 1 Juli, Taiwan meninggikan upah buruh minimum dari NTD19.273 menjadi NTD20.008 per bulan, tapi tenaga kerja asing tidak termasuk karena upah mereka tidak diregulasi oleh Undang-undang Standar Tenaga Kerja di Taiwan.

Taiwan mengargue bahwa upah untuk buruh asing sebenarnya hampir sama dengan upah minimum lokal, andaikata beaya makanan dan penginapan turut diperhitungkan.

Indonesia sekarang adalah pensuplai buruh migran terbesar di Taiwan dengan sejumlah 210.000 buruh Indonesia yang bekerja di Taiwan. Menyusul adalah Vietnam, Thailand dan Filipina.

Sekitar 15% dari buruh Indonesia bekerja di sektor manufaktur dan konstruksi, 80% bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan 3-4% adalah awak kapal nelayan.

Komentar

Terbarumore