(Taiwan, ROC) – serangkaian kegiatan yang berhubungan dengan Paspor Budaya Taipei 2015, secara resmi digelar sejak tanggal 26 Juli. Berbeda dengan sistim wawancara terhadap tokoh budayawan yang dilakukan pada tahun lalu, untuk tahun ini Paspor Budaya Taipei akan mengfokuskan kepada ragam suara dan bunyi, mengajak masyarakat kembali menelusuri lingkungan kota dengan suara dan bunyi yang ada, mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menggali dan mengumpulkan ragam jenis suara dan bunyi, sehingga masyarakat dapat menggunakan telinganya untuk merasakan kharisma kota Taipei sendiri.
Paspor Budaya Taipei yang dimulai pelaksanaannya sejak tahun 2004, telah menarik puluhan ribu masyarakat untuk turut serta di dalamnya, dan tahun ini mengfokuskan bunyi dan suara yang beragam sebagai sajian utamanya.
Kegiatan yang akan menghabiskan waktu lebih dari satu setengah bulan ini, pihak Departemen Kebudayaan akan menjadwalkan kegiatan menelusuri lingkungan kota Taipei dengan suara dan bunyi, melalui berbagai kegiatan seminar dan pertunjukkan, mengundang semua budayawan untuk dapat berbagi hasil karya dan pengalamannya. 2 buah kegiatan Festival Suara dan Bunyi Taipei akan menyajikan kebudayaan musik jalanan dan juga suara di alam semesta. Selain itu, instansi terkait juga akan meluncurkan aplikasi Soundhunters Paspor Budaya Taipei, mengajak semua masyarakat untuk turut berpartisipasi mengumpulkan ragam suara dan bunyi, sehingga benar-benar dapat mengumpulkan suara dan bunyi yang menjadi ciri khas untuk kota Taipei sendiri.
Kepala Departemen Kebudayaan, Ni Chong-hwa, menyampaikan bahwa dirinya berasal dari aliran musik pop, dan melihat keadaan dunia musik pop yang tengah pasif, ia mengajukan adanya perubahan dalam penampilan yang disajikan. Untuk itu dirinya memulai serangkaian kegiatan yang bertajuk “Latar belakang suara musik”. Sementara Paspor Budaya Taipei sendiri yang kali ini menggunakan suara dan bunyi sebagai sajian utama, diharapkan dapat kembali membuka lembaran baru dalam hal kreativitas musik.
Ni Chong-hwa mengatakan, “Saya berharap melalui kegiatan seperti ini, maka dapat membuka telinga masyarakat, karena suara dan bunyi adalah gen pondasi dalam berkarya, saya juga mengharapkan kita dapat merasakan kehidupan kota ini dari sudut pandang yang berbeda. Kemudian kita dapat menggunakan telinga kita untuk merasakan kehidupan kota ini, memberikan semangat bagi kita untuk terus berkarya dalam dunia musik.”
Pemenang Band Musik Terbaik dalam Golden Melody Music Award, Mixer, juga akan diundang turut meramaikan kegiatan Paspor Budaya Taipei tahun ini. Salah seorang anggota band Mixer, mengatakan bahwa mereka berasal dari daerah Selatan Taiwan, bagi mereka suara dan bunyi yang paling berkesan adalah suara kereta MRT dan juga saat memasuki stasiun pergantian kereta. Semua alat transportasi yang memiliki karakter suara tersendiri, selain telah membawa harapan dan impian mereka, juga telah turut memberikan mereka inspirasi dalam berkarya, dan hal ini adalah pengalaman yang sangat unik dan berbeda.