History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

CAA mungkin akan kenakan denda NTD300 ribu untuk pemain mesin drone yang menabrak gedung Taipei 101

  • 23 July, 2015
  • Editor
CAA mungkin akan kenakan denda NTD300 ribu untuk pemain mesin drone yang menabrak gedung Taipei 101
Ilustrasi rute penerbangan drone yang menabrak gedung Taipei 101

(Taiwan, ROC) Biro Penerbangan Sipil (CAA) dibawah Kementrian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) hari Kamis (23/7) mengumumkan, warga Daratan Tiongkok yang main mesin fotografi pesawat drone (pesawat tanpa awak) dan menabrak layar monitor di luar bangunan Taipei 101 mungkin akan didenda NTD300.000.

Seorang warga Daratan Tiongkok bermarga Yang (楊) menggunakan drone (pesawat tanpa awak) untuk memotret gedung Taipei 101 di Taman SongShou yang berdekatan dengan bangunan tersebut pada hari Selasa (21/7). Diduga disebabkan angin yang terlalu kencang, drone tersebut menabrak layar monitor di luar gedung Taipei 101.

Meski tidak menimbulkan korban, drone tersebut digunakan di daerah yang terjangkau dalam area restriksi penerbangan karena berdekatan dengan bandar udara Songshan, Taipei, tapi oleh karena merupakan pelanggaran pertama, pemiliknya kemungkinan hanya akan didenda NTD300.000.

Menurut regulasi keamanan penerbangan, daerah dengan radius 6 Km di sekitar bandar udara adalah daerah restriksi penerbangan, dimana barang yang bisa terbang dilarang terbang melampaui ketinggian 60 meter.

Ketua tim manajemen CAA Chu Kuan-wen (朱冠文) mengatakan, “Kemarin kami dari CAA beserta pejabat polisi aviasi sama-sama menginterogasi warga Daratan Tiongkok tersebut. Melalui interogasi tersebut, dipasikan bahwa tempat main drone terletak di radius 6 Km dari bandara Songshan, dan ketinggian terbangnya melampaui restriksi 60 meter. Berdasarkan regulasi, akan dikenakan denda NTD300.000 sampai NTD1,5 juta.”

Pada umumnya, denda ini tidak akan diminta untuk dibayar secara sekaligus, dan warga asing yang dikenakan denda tidak akan dilarang untuk meninggalkan Taiwan, maka denda ini mungkin akan sulit ditagih setelah warga Daratan Tiongkok ini pulang ke kampung halamannya.

Komentar

Terbarumore