Jakarta (Antara/RTI) - Buku yang mengupas pelaku sejarah pada Konferensi Asia Afrika, "Di Balik Layar" diluncurkan pada rangkaian peringatan HUT ke-59 Konferensi Asia Afrika (KAA) di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung.
"Buku berjudul Di Balik Layar ini berisikan berbagai rekam sejarah KAA tahun 1955 di mata para pelakunya. Melalui buku ini diharapkan generasi muda dapat merasakan dan meneruskan gairah semangat KAA," kata penulis buku, Sulhan Syafei di Bandung, Kamis.
Menurut Sulhan, melalui KAA banyak negara-negara yang terinspirasi untuk melawan ketidakadilan. Oleh karena itu melalui buku ini ia berusaha untuk memberikan inspirasi dan panduan dengan informasi-informasi yang akurat.
Kepala Museum KAA Thomas Adrian Siregar menyambut baik hadirnya buku "Di Balik Layar" yang mengupas sisi lain dari kegiatan yang diikuti oleh 106 negara dari Asia dan Afrika itu.
Buku sejarah seperti ini dapat memperkaya wawasan dan menambah informasi yang ada di buku-buku sejarah lain. Buku sejarah diperlukan untuk membantu masyarakat dan generasi muda merasakan energi pada KAA tahun 1955.