(Taiwan, ROC) – Kantor BBC pada hari Senin tanggal 20 Juli waktu setempat melaporkan, setelah melalui rapat tahunan ke-19 Partai Kuomintang (KMT) meloloskan Wakil Ketua Yuan Eksekutif Hung Hsiu-chu (洪秀柱) sebagai kandidat dari partai maka dengan demikian dalam pemilihan umum (Pemilu) Taiwan di awal bulan tahun depan maka untuk pertama kalinya dalam sejarah, presiden pertama wanita Republik Tiongkok akan lahir.
Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa kandidat Hung Hsiu-chu (67) akan bersaing dengan kandidat asal partai DPP, Tsai Ying-wen (58), selain akan menjadi hal yang pertama dalam sejarah Taiwan sekaligus juga merupakan hal yang jarang ditemui dalam sejarah.
Dilansir, negara-negara lain sudah ada pemimpin wanita namun berbeda dengan Thailand, Filipina dan Korea Selatan bahwa kedua kandidat ini tidak memiliki ayah atau saudara yang memimiliki pengaruh di kalangan politik dan bukan berasal dari keluarga politikus serta keduanya telah memiliki pengalaman yang cukup di kepemerintahan.
Disebutkan pula, banyak pihak yang berpendapat, karena 2 wanita yang bersaing dalam pemilu kali ini menggambarkan walau demokrasi Taiwan masih tergolong muda tapi sudah cukup maju, karena sampai tahun 1990an Taiwan baru melaksanakan pemilihan presiden yang langsung.
Bagi masyarakat Daratan Tiongkok, persaingan kedua wanita untuk posisi presiden ini sangat mengesankan, karena siapapun yang akan terpilih nantinya, akan tetap berinteraksi dengan pemerintah Beijing.
Bagi Taiwan sendiri, yang paling pelinting adalah bagaimana para calon presiden ini menyelesaikan masalah ekonomi termasuk lesunya perekonomian, gaji yang rendah, kesenjangan sosial yang terus membesar.