(Taiwan, ROC) – Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou, pada hari Selasa tanggal 21 Juli, saat bertemu dengan mantan presiden Amerika Serikat Dan Quayle menyampaikan, sejak dirinya menjabat 7 tahun ini, hubungan antara Taiwan dan Amerika Serikat menjadi salah satu perhatian utama. Dengan cara yang sederhana, mendorong interaksi kedua belah pihak, saat ini kondisi hubungan Taiwan dan Amerika memasuki masa yang terbaik. Presiden Barrack Obama dan pejabat penting Amerika lainnya, secara terbuka menyampaikan Taiwan adalah mitra keamanan dan ekonomi yang terpenting bagi Amerika, dan berpendapat bahwa hubungan antar selat dan hubungan Taiwan dengan Amerika adalah saling berkaitan.
Presiden Ma menuturkan, bahwa beliau dengan prinsip “Konsensus 92, Satu Tiongkok Berdasarkan Persepsi Masing-Masing” mendorong perkembangan hubungan antar selat, selain menstabilkan perairan Taiwan juga sesuai dengan kepentingan Amerika.
Kepala negara menyampaikan, saat berkunjung ke Amerika, melakukan diskusi dengan banyak kaum cendekiawan di Universitas Harvard, mereka sangat perhatian dengan isu apakah hasil pemilihan presiden tahun depan akan mempengaruhi hubungan antar selat. Presiden menilai, walau saat ini sulit memprediksi hasil pemilu namun asalkan dapat terus melanjutkan kebijakan yang sudah ada pada saat ini maka hubungan antar selat akan berkembang dengan stabil.
Presiden menyampaikan, ”Namun saya juga menegaskan, asalkan kita terus melanjutkan kebijakan yang saat ini sudah ada, maka hubungan antar selat akan stabil, hubungan Republik Tiongkok dengan Amerika Serikat akan sangat lancar. Namun, bila pemerintah masa depan tidak mengikuti kebijakan yang merujuk kepada kerangka konstitusi Republik Tiongkok yang menganut “Tidak unifikasi, Tidak merdeka, Tidak menggunakan kekerasan” serta “Satu Tiongkok persepsi masing-masing, Konsensus 92” sebagi landasan untuk mengembangkan hubungan antar selat, maka hasilnya akan sangat sulit ditebak, kondisi inipenrah terjadi 15 tahun yang lalu.”
Quayle menyampaikan, Taiwan memperoleh dukungan dari kedua partai di Amerika, setiap kali Amerika membahas topik Taiwan dan Daratan Tiongkok selalu menyinggung bahwa Taiwan adalah negara demokrasi yang dinamis. Quayle juga mengucapkan selamat kepada presiden Ma karena selama kepemimpinannya telah menghasilkan banyak kesuksesan serta mengapresiasi kinerja presiden Ma terkait pengembangan hubungan antar selat dan hubungan Taiwan-AS. Ia menilai, siapapun yang terpilih dari pemilu tahun depan, presiden yang baru harus berada di landasan ini terus mengembangkan hubungan antar selat dan hubungan Taiwan-AS.
Akhir perbincangan, presiden minta saran dari Quayle dan mendapat jawaban “Terus melakukan pekerjaan yang baik”