(Taiwan, ROC) – Kantor Promosi Kerjasama Industri Taiwan-Jepang, Kementerian Ekonomi (TJPO) bekerjasama dengan Asosiasi Hubungan Asia Timur (AEAR) pada hari Selasa tanggal 21 Juli menyelenggarakan “Forum Kerjasama Industri Taiwan-Jepang”. Kepala kantor TJPO Chang Chi-yu dalam laporannya menyampaikan, dalam 2 tahun terakhir ini kantor TJPO berusaha untuk menjalin hubungan kerjasama Usaha Kecil Menengah kedua belah pihak, Taiwan telah melakukan interaksi dengan 34 lembaga dan organisasi daerah di Jepang, diharapkan dapat dikaitkan dengan industri bioteknologi, permesinan, semi-konduktor, perlindungan lingkungan dan teknologi informatika.
Biro Pengembangan Industri, Kemenko (MOEAIDB) juga meningkatkan kesempatan kerjasama dengan mengutus tim peninjau yang tergabung dari 6 industri di paruh tahun kedua, yang mengarah kepada ekonomi hijau, petrokimia, mobil listrik, UKM, kota cerdas dan konten digital, otomatisasi cerdas dan produk logam bernilai tinggi.
Chang Chi-yu menyampaikan, “Mei tahun ini, Dirjen Wu Ming-ji telah memerintahkan, mulai paruh kedua tahun ini, yaitu mulai bulan Juli, setiap bulannya harus ada tim kunjungan ke Jepang, kita harus inisiatif, menyesuaikan dengan kebutuhan industri, mencari peluang kerjasama dengan Jepang.”
Chang juga menyampaikan, mata rantai industri Taiwan dan Jepang adalah saling melengkapi, menghadapi semakin cepatnya integrasi ekonomi saat ini, kedua belah pihak harus meningkatkan kerjasama daripada hanya berjuang sendirian.
Berdasarkan, data statistik TJPO, nilai investasi Jepang ke Taiwan 2015 mencapai US$ 548 juta, dibandingkan tahun sebelumnya tumbuh 34,28%, untuk Januari hingga Mei tahun ini, nilai investasi tumbuh 72,3%. Sedangkan nilai investasi Taiwan ke Jepang di tahun 2014 mencapai US$ 680 juta, untuk 5 bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama menunjukan penurunan, namun di paruh tahun kedua akan investasi bernilai besar yaitu pengusaha industri permesinan Taiwan akan merger pengusaha mesin Jepang.