History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

LA Times: Taiwan sudah siap untuk memilih presiden wanita pertama

  • 20 July, 2015
  • Editor
LA Times: Taiwan sudah siap untuk memilih presiden wanita pertama
Partai berkuasa KMT resmi menyetujui penominasian Hung Hsiu-chu sebagai kandidat presiden.

(Taiwan, ROC) Taiwan sudah siap untuk memilih presiden wanita pertama setelah partai berkuasa Kuomintang (KMT) resmi menominasi Wakil Ketua Yuan Legislatif Hung Hsiu-chu (洪秀柱) untuk melawan kandidat partai oposisi Partai Progresif Demokratik (DPP) yaitu ketuanya Tsai Ing-wen (蔡英文).

Demikian dilaporkan Los Angeles Times pada hari Minggu (19/7) setelah KMT meluluskan penominasian Hung Hsiu-chu sebagai kandidat presiden KMT dalam suatu kongres partai yang digelar di markas besar KMT, Taipei, pada hari yang sama.

Artikel Los Angeles Times tersebut mengemukakan, Tsai Ing-wen dipilih sebagai kandidat presiden dari DPP pada pemilu 2012, menjadi calon presiden wanita pertama dalam sejarah Taiwan, tapi pada saat itu dia kalah dengan selisih suara 6%.

Empat tahun kemudian, lanjut LA Times, presiden wanita pertama hampir bisa dipastikan akan muncul di Taiwan, karena dua partai politik utama sama-sama memilih kandidat presiden wanita - DPP akan diwakili Tsai Ing-wen yang berusia 58 tahun, KMT akan diwakili Hung Hsiu-chu yang berusia 67 tahun.

Mengutip hasil penelitian pengamat politik, LA Times menegaskan, ditengah-tengah perkembangan seimbang antara nilai tradisional dan politik modern, kompetisi antara Tsai dan Hung membuktikan, masyarakat Taiwan sudah bisa menerima seorang presiden wanita.

Ketua pelaksana lembaga tank pikir Chunghua Abad ke 21 Joanna Lei (雷倩) beranggapan, dibandingkan Amerika Serikat, masyarakat Taiwan sudah lebih siap untuk menyambut pemimpin wanita.

Sebenarnya, tutur Lei, masyarakat Taiwan sejak dulu sudah memiliki tradisi menghormati wanita sebagai kepala keluarga ketika usia seorang wanita mencapai 50an dan 60an tahun, maka kepemimpinan wanita bukan hal asing dalam budaya Asia.

Filipina, Korea Selatan, India dan Pakistan, semuanya sudah pernah dipimpin oleh seorang wanita, tapi berbeda dari para pemimpin wanita di negara-negara tersebut, karir politik Tsai Ing-wen dan Hung Hsiu-chu tidak terlindung oleh ayah atau tokoh lain dari generasinya, melainkan bertumbuh kuat melalui upaya diri sendiri, demikian dianalisis LA Times.

Surat kabar terkemuka dari Los Angeles itu juga memprakirakan, kampanye pemilu presiden yang dijadwalkan digelar 16 Januari, 2016 tersebut akan diramaikan dengan topik-topik seperti hubungan antar Selat Taiwan dan meningkatnya konsumsi kehidupan kalangan remaja Taiwan.

Komentar

Terbarumore