(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou memasuki akhir kunjungan kenegaraan ken benua Amerika Tengah, pada tanggal 16 Juli waktu setempat ketika tiba di Los Anggeles, Amerika Serikat, Presiden Ma mengemukakan, saat ini hubungan Taiwan dengan Daratan Tiongkok, Amerika Serikat dan Jepang sangat baik, diharapkan dapat terus mempertahankan kebijakan yang ada.
Kunjungan kenegaraan Presiden Ma Ying-jeou kali ini ke 3 negara yang memiliki hubungan diplomatik yaitu Republik Dominika, Haiti dan Nikaragua, dimana dalam perjalanan pergi dan pulang transit di Boston dan Los Anggeles, Amerika Serikat.
Dalam perjalanan kembali menuju ke tanah air, Presiden yang transit di Los Anggeles, seratusan Tionghoa perantau telah menantikan kedatangan Presiden Ma di depan hotel tempat ia beritirahat dengan menyerukan, “apa kabar Presiden Ma”, dan disambut dengan senyuman dan lambaian tangan dari Presiden Ma.
Dalam jamuan makan malam bersama Tionghoa perantau di California bagian selatan, Presiden Ma menyampaikan, saat ini hubungan dengan AS merupakan yang paling akrab sejak putusnya hubungan diplamatik tahun 1979, program kerjasama dalam berbagai bidang juga berjalan dengan lancar, sebenarnya tidak hanya dengan AS, dengan Jepang dan Daratan Tiongkok, hubungan selama beberapa puluh tahun terakhir ini juga merupakan yang terbaik, untuk itu diharapkan dapat mempertahankan kebijakan yang dicanangkan sekarang ini, demi menjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Taiwan.
Selain itu, insiden ledakan bubuk berwarna di Formosa Fun Coast yang membuat para medis Taiwan kewalahan, Kepala Negara pada kesempatan jamuan makan malam di Los Angeles mengumumkan, 5 dokter ahli luka bakar dari rumah sakit Universitas John Hopkins akan berangkat bersamanya ke Taiwan, memberikan bantuan medis bagi para korban.
Pemimpin negara yang selama kunjungan kenegaraan juga terus mengkhawatirkan situasi korban ledakan bubuk berwarna ini, sementara setelah terjadinya ledakan ini, kementerian luar negeri dengan agresif menghubungi pihak AS untuk meminta bantuan, 5 orang pakar luka bakar dari Universitas John Hopkins didatangkan ke Taiwan secara sukarela.
Pada awalnya ke 5 pakar luka bakar ini akan menumpang pesawat China Airlines, tetapi berhubung pesawat yang membawa rombongan kunjungan kenegaraan Presiden Ma Ying-jeou transit di Los Anggeles, untuk ini segera mengatur agar 5 pakar ini dapat turut bersama datang ke Taiwan.