(Taiwan, ROC) – Kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok atau MAC, Andrew Hsia, untuk pertama kalinya dengan menggunakan jabatan sebagai Kepala MAC melakukan kunjungan ke Amerika. Usai bertemu dengan berbagai tokoh politik penting, anggota senator dan bagian eksekutif pemerintah lainnya, Andrew Hsia pada hari Rabu tanggal 15 Juli waktu setempat menggelar jumpa pers dengan media berbahasa Mandarin. Dalam jumpa pers tersebut disebutkan jadwal pertemuan pejabat tinggi antar selat yang ke 11 akan diselenggarakan pada akhir Agustus. Dirinya juga berkemungkinan akan melakukan kunjungan ke Daratan Tiongkok pada bulan September mendatang, dan akan bertemu dengan Kepala Kantor Urusan Taiwan, Zhang Zhi-jun, hal ini juga menandakan bahwa berbagai program kerjasama dan pertukaran antar selat akan terus dilanjutkan. Andrew Hsia menjelaskan bahwa komunikasi antar selat berjalan dengan lancar dan tidak menemukan hambatan apapun. Namun Andrew Hsia juga menyarankan kepada pihak Daratan Tiongkok untuk dapat mempertimbangkan perasaan masyarakat Taiwan sendiri, saat akan mengambil keputusan yang terkait dengan Taiwan.
Andrew Hsia menjelaskan bahwa kunjungan ke Amerika kali ini berjalan dengan lancar, dan juga sempat bertemu dengan berbagai tokoh masyarakat setempat. Selama kurun waktu 7 tahun terakhir, hubungan antar selat juga berjalan dengan damai, stabil dan sejahtera. Pemerintah tetap akan bersikap melanjutkan tugas yang telah ada, menetapkan berbagai sistim komunikasi dan pertukaran antar selat. Andrew Hsia menyampaikan bahwa pertemuan pejabat tinggi antar selat yang ke 11, diharapkan dapat segera menandatangani kesepakatan masalah bunga pinjaman, keselamatan penerbangan dan standarnisasi wilayah layak terbang. Sehubungan dengan masalah ijin transfer pesawat di Taiwan bagi para wisatawan asal Daratan Tiongkok, dalam pertemuan kali ini juga akan turut dibahas. Sementara itu berkenaan dengan masalah kesepakatan perdagangan, masih akan terus didiskusikan. Selain itu, topik baru lainnya yang meliputi masalah pelestarian alam, pertambakkan ikan dan lingkungan hidup, akan diusulkan dalam rapat untuk dibahas oleh kedua belah pihak.
Sehubungan dengan keingintahuan pihak Amerika terhadap Presiden Ma dalam hal langkah dan sasaran dalam hubungan antar selat, yang akan ditetapkan pada masa yang akan datang, Andrew Hsia menjelaskan bahwa seperti kondisi yang telah ada saat ini dalam hubungan antar selat, dan kemungkinan perubahan iklim politik di Taiwan pada tahun depan berkenaan dengan penyelenggaran pemilu presiden pada tahun depan, maka pihak MAC berharap hubungan antar selat dapat terus berjalan damai, stabil dan sejahtera. Pada tahun depan, seluruh penduduk Taiwan yang berjumlah sebanyak 23 juta orang akan memilih pimpinan negara yang baru, semua pihak diharapkan dapat menghormati pilihan masyarakat Taiwan sendiri.
Pihak Amerika juga sangat memperhatikan pendapat dan program yang diajukan oleh semua kandidat pemilu, termasuk calon kuat kandidat asal partai KMT, Hung Shiu-chu, dan juga kandidat resmi asal partai DPP, Tsai Ing-wen. Berkenaan dengan program antar selat dari masing-masing kandidat, sebaiknya disampaikan langsung oleh kandidat, karena program antar selat akan memberikan pengaruh yang besar terhadap masa depan Taiwan sendiri.
Andrew Hsia menjelaskan bahwa selama masa pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou, prinsip “Konsensus 92 dengan Satu Tiongkok berdasarkan persepsi masing-masing” merupakan sebuah pondasi kuat yang sangat baik, sehingga hubungan antar selat selama 7 tahun terakhir ini juga tumbuh berkembang dengan baik. Juga tidak menutup kemungkinan akan ada individu yang menemukan pondasi yang lebih baik lagi, namun pihak MAC mengharapkan semua kerja keras ini dapat terus dilanjutkan, sehingga hubungan antar selat dapat tumbuh damai dan stabil serta berkesinambungan.