(Taiwan, ROC) – Institut Penelitian Ekonomi Chunghua (Chung-Hua Institution for Economic Research/CIER) pada hari Kamis tanggal 16 Juli mengumumkan perkiraan laju pertumbuhan ekonomi (Pendapatan Domestik Bruto / PDB) terbaru untuk tahun 2015 menjadi sebesar 3.04%, dibandingkan dengan perkiraan yang sebelumnya dikeluarkan yaitu 3,56% turun 0,52%, merupakan perkiraan terendah yang dikeluarkan dari berbagai lembaga penelitian besar yang ada. CIER membeberkan, terus menurunnya nilai ekspor selama 5 bulan berturut-turut, rendahnya tingkat pertumbuhan konsumsi masyarakat menjadi penyebab utama revisi ke bawah GDP. Tetapi seiring dengan PDB Daratan Tiongkok untuk kuartal ke dua masih bisa dijamin berada pada “angka 7” dan pasar saham kembali stabil, ini berdampak positif bagi ekspor Taiwan, tahun ini pertumbuhan ekonomi Taiwan masih bisa terjamin pada “angka 3”.
CIER mengemukakan, melambannya laju pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2015, tidak seperti yang diperkirakan, hal ini mempengaruhi ekonomi Taiwan, sehingga perkiraan laju pertumbuhan ekonomi 2015 menjadi 3,04%, direvisi ke bawah sebanyak 0,52% dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,56%. Saat ini merupakan perkiraan terendah dari perkiraan lembaga-lembaga penelitian lainnya.
CIER menegaskan, rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara utama internasional, sehingga PDB direvisi ke bawah, mencakup tingkat pertumbuhan konsumen dari 3,02% direvisi menjadi 2,46%, nilai impor dan ekspor dari plus menjadi minus, ditambah dengan masalah keamanan pangan dan insiden ledakan bubuk berwarna di Formosa Fun Coast yang berpengaruh negatif bagi tingkat kepercayaan konsumen. Tetapi seiring dengan kembali stabilnya harga minyak, jaminan “angka 7” pada PDB kuartal ke dua Daratan Tiongkok, serta pasar saham yang kembali stabil, ini akan memberikan pengaruhi positif pada ekspor Taiwan, tahun ini laju ekonomi Taiwan masih bisa mempertahankan “angka 3”.
Ketua CIER, Wan Jian-chuan mengatakan, “Harga minyak kuartal ke dua kembali stabil, ini memberikan pengaruh positif bagi ekspor produk kimia dan petrokimia kami, untuk itulah semua beranggapan masih bisa “angka 3”, pendapatan pajak pemerintah juga ada peningkatan, kementerian keuangan beranggapan dapat disalurkan pada anggaran pekerjaan umum, selain itu laju pertumbuhan ekonomi kami masih bisa 3%”.
Meskipun demikian, CEO China Bills Finance Corporation, Wu Ceng-ching sebagai perwakilan pengusaha yang hadir hari ini menyampaikan, tidak optimis dengan laju pertumbuhan ekonomi kuartal ke dua Daratan Tiongkok, ditambah dengan adanya “Red Supply Chain”, ini menghantam ekspor industri, pemulihan iklim ekonomi internasional tidak merata, ditambah dengan Amerika menaikkan suku bunga, fluktuasi harga sumber energi, membuat sulit bagi Taiwan untuk mempertahankan “angka 3” pada PDB tahunannya.