(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou hari ini (11/7) memulai program kunjungan kenegaraan “Jiu Yang” yang akan berlansung selama 8 hari 7 malam, bertolak ke kawasan perairan Karibia dan Amerika Tengah, mengunjungi beberapa negara yang memiliki hubungan diplomatic; dikarenakan untuk pertama kalinya dengan status Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou akan memberikan ceramah dan seminar di Universitas Harvard, Amerika Serikat, kampus tempat dimana beliau kuliah, sehingga ini menjadi perhatian banyak orang.
Perjalanan Presiden Ma Ying-jeou kali ini bertujuan untuk mempererat hubungan persahatan dengan negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik, sekaligus meninjau hasil pencanangan hubungan diplomatik fleksibel, berdasarkan informasi yang didapatkan, dalam insiden ledakan bubuk berwarna di Formosa Fun Coast yang terjadi di Taiwan beberapa waktu lalu, banyak negara yang memiliki hubungan diplomatic juga menyampaikan keprihatinannya, dalam kunjungan kali ini, kepala negara mewakili korban dan keluarga korban akan menyampaikan rasa terima kasih atas keprihatinannya.
Kunjungan ke 11 Presiden Ma Ying-jeou dalam Program Jiu Yang, merupakan kedua kalinya melewati pantai timur Amerika, dan transit di Boston, Amerika Serikat menjadi yang pertama kali serta dengan status sebagai Presiden Republik Tiongkok kembali ke kampusnya, Universitas Harvard; terakhir kali Presiden Ma kembali ke Universitas Harvard adalah 9 tahun yang lalu, saat ini masih berstatus sebagai walikota Taipei dan ketua Partai KMT.
Beberapa hari lalu saat kepala negara menerima wawancara khusus, ketika membicarakan isi ceramah yang akan disampaikan di Universitas Harvard, beliau menyampaikan, dapat dibayangkan topik apa yang mereka prihatinkan, pasti adalah hubungan antar selat Taiwan, kebijakan interen Taiwan, masalah laut selatan, masalah Asia Timur, ini semua yang menjadi perbincangan hangat internasional saat ini, sedangkan kebetulan Republik Tiongkok menjadi fokus dalam pembicaraan ini, untuk itu apabila Presiden Republik Tiongkok ke sana, tentu tidak mungkin tidak membahas masalah ini.
Pemimpin negara mengatakan, tentu saja tahun ini masih ada satu topik yang lebih khusus, yaitu tahun ke 70 berakhirnya perang dunia ke dua, 70 tahun kemenangan perang, pada masa perang waktu itu ada berbagai upaya kerjasama antara Republik Tiongkok dengan Amerika Serikat, bicara sejujurnya, ini berpengaruh besar bagi hidup matinya Taiwan, untuk ini pada kesempatan ini menyampaikan terima kasih sudah merupakan keharusan.
Pada saat berkunjung ke Dominika, Pemimpin negara selain akan melakukan perbincangan dengan Presiden Republik Dominika, Danilo Medina, memberikan pidato resmi di Kongres setempat, beliau juga akan mengunjungi pusat kaum rentan dan kanak-kanak setempat.
Selain itu, berdasarkan informasi, Presiden Ma Ying-jeou juga akan menerima wawancara dari CNN, EFE (media Spanyol), Reuters (Inggris), AFP (L'Agence France-Presse) dan beberapa media internasional lainnya.
Dalam kunjungannya ke Haiti, Presiden Ma Ying-jeou akan bersama Presiden Haiti, Michel Joseph Martelly bersama-sama meresmikan gedung Makamah Agung, gedung yang dibangun oleh Republik Tiongkok selama 2 tahun merupakan proyek bantuan pertama dunia gedung pemerintahan Haiti yang telah terselesaikan.
Selama kunjungan di Nikaragua, Presiden Ma Ying-jeou akan memasuki pembicaraan dengan Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, berkunjung ke pebisnis Taiwan setempat, gedung Pusat Penjualan Produk Usaha Kecil dan Menengah yang dibangun oleh Republik Tiongkok, selain itu juga akan menerima kunci kota Granada, kota kuno di Nikaragua. Diperkirakan pada tanggal 15 Juli waktu setempat (tanggal 16 Juli waktu Taiwan), Presiden Ma akan mengelar jumpa pers di Nikaragua.
Dari informasi yang didapatkan, kementerian luar negeri telah mempersiapkan bingkisan tangan untuk diberikan pada negara sahabat berupa smartphone keluaran terbaru HTC, keramik produk Taiwan dan lain sebagainya.
Dalam kunjungan kenegaraan ke Dominika dan Nikaragua serta transit di Amerika Serikat, kepala negara juga akan menyempatkan diri untuk hadir dalam jamuan yang diadakan Tionghua perantau setempat. Dikabarkan, saat Ma Ying-jeou transit di Los Angeles, Amerika Serikat, akan mengunjungi Museum Aviation di kota Chino, dimana selain menyaksikan pesawat-pesawat temput Perang Dunia ke dua, beliau juga akan menemui anggota pasukan Tiger, yang pada masa perang memberikan bantuan bagi Republik Tiongkok.
Delegasi kunjungan kenegaraan program “Jiu Yang”kali ini terdiri dari Menteri Luar Negeri David Lin Yong-lek, Menteri Ekonomi, Deng Tzeng-zong, Ketua Komite Tionghoa Perantau, Chen Shi-kuei, beberapa legislator dan lain sebagainya; rombongan kali ini berjumlah 104 orang, termasuk didalamnya wartawan dari berbagai media.
Delegasi dengan pesawat China Airlines bertolak dari Taipei, Taiwan pada tanggal 11 Juli pagi dan akan transit di Boston, Amerika Serikat, diperkirakan tiba di Republik Dominika pada tanggal 12 Juli, tanggal 14 Juli pagi melanjutkan perjalanan ke Haiti, 15 Juli tiba di Nikaragua, dan tanggal 16 Juli transit di Los Angeles, Amerika Serikat untuk kembali ke tanah air. Diperkirakan pada tanggal 18 Juli mendatang, delegasi akan mengakhiri kunjungan kenegaraan selama 8 hari 7 malam, dengan panjangnya perjalanan terbang sekitar 33.599 km.