(Taiwan, ROC) - Presiden negara Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) Rabu ini (23) saat menerima kunjungan kader “Lions Clubs International” kembali menegaskan pentingnya Perjanjian Perdagangan Jasa (PPJ). Beliau menyampaikan, pasca diberlakukannya Perjanjian Kerangka Kerjasama Ekonomi Antar Selat (ECFA) disertai dengan diturunkannya tariff pajak, volume perdagangan antar selat bertambah dengan signifikan, bila PPJ dapat lolos akan memberi dampak yang baik bagi Taiwan. Presiden Ma menyampaikan, dalam PPJ ada klausa negosiasi darurat, bila publik khawatir boleh direvisi setelah diberlakukan.
Di depan para anggota Lions Club Internasional, presiden menyampaikan, pasca penandatanganan ECFA, tarif komoditas dalam daftar panen awal mulai Januari tahun lalu semuanya menjadi nol, volume dagang tumbuh dengan signifikan, naik 35%, defisit komoditas produk pertanian mulai menunjukan angka surplus. Presiden menyampaikan, bila ECFA diperluas, PPJ diloloskan, diberlakukan maka akan berdampak baik bagi Taiwan.
Presiden mengutarakan, PPJ bagi Taiwan “dampaknya terbatas, peluangnya tidak kecil”, bila tiba-tiba ada masalah, masih bisa menggunakan klausa darurat, “bukannya tidak bisa di rem”, setelah diberlakukan masih bisa direvisi. Ma menjelaskan : Tapi, yang ingin saya tegaskan adalah, agar semua orang tahu bahwa dampak bagi Taiwan terbatas dan peluang yang ada tidaklah sedikit apalagi jika ada masalah, setelah diberlakukan masih bisa direvisi, ini pernah terjadi dulu, masih ada klausa negosiasi darurat, juga ada klausa revisi. Dengan kata lain, bukannya tidak bisa direm, bahkan ada bagian yang bisa dihentikan, saya merasa kebanyakannya baik untuk kita, bila masih ada yang dikhawatirkan bisa disesuaikan setelah diberlakukan, masih sempat.
Taiwan harus mengambil segera kesempatan yang ada, tegas beliau, jika tidak maka sampai saatnya nanti tidak akan ada yang mau membantu Taiwan, kepala negara berharap PPJ dapat diloloskan segera, membantu masyarkat untuk usaha dan meningkatkan daya saing Taiwan.