(Taiwan, ROC) - Menanggapi soal listrik bertenaga surya, hari ini (23) Wakil Menteri Ekonomi Tu Tze-chun (杜紫軍) saat ditemui di Yuan Legsilatif mengutarakan, sejalan dengan matangnya teknologi industri litstri tenaga surya pemerintah akan meningkatkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), karena berdasarkan pengalaman awal negara-negara di Eropa, bila sekarang terburu-buru melakukan investasi dalam jumlah yang terlalu banyak dan bergantung sepenuhnya kepada PLTS maka akan jadi beban nasional untuk 20 tahun kedepan.
Soal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sudah jadi topik obrolan masyarakat, legislator dari partai DPP Hsiao Bi-khim (蕭美琴) mengkritik pemerintah kurang agresif untuk pengembangan listrik tenaga surya atau energi alternatif. Wamenko Tu Tze-chun menyampaikan : bila perbandingan investasi sekarang diperbesar, maka akan jadi beban nasional untuk 20 tahun kedepan, karena anda harus membeli biaya listriknya selama 20 tahun, ini akan jadi beban nasional selama 20 tahun, jadi harus dihitung dengan seksama, investasi sesuai dengan waktunya. Seperti Jerman, Spanyol, Italia awalnya melakukan investasi yang terlalu banyak, jadi inilah penyebabnya mengapa sekarang mereka menanganinya, mereka mengalami kesulitan finansial.
Berdasarkan “Undang Undang Pengembangan Tenaga Terbarukan” untuk meningkatkan daya tarik maka diatur bahwa jaminan pembelian listrik adalah 20 tahun.
Mengenai beberapa negara di Eropa mulai mengurangi PLTN, Chairman Taipower Hwang Jung-chiou (黃重球) menyampaikan, Eropa adalah “Jaringan Listrik Yang Besar”, listrik antar negara berkatian. Tapi Taiwan adalah pulau tersendiri, bila terjadi kekurangan listrik, maka tidak ada jaringan listrik yang dapat mendukungnya. Legislator DPP Tsai Huang-liang (蔡煌瑯) berpendapat apa yang disampaikan oleh chairman Hwang ada sedikit mengancam, tapi Hwang tidak sependapat dan mengatakan “Jadi anda memaksa Taiwan untuk mencari jaringan listrik lain untuk membantu Taiwan?”
Dari partai berkuasa KMT, legislator Lin Yu-fang (林郁方) berpendapat, Taiwan seharusnya menyelesaikan pembangungan PLTN IV, kemudian dilanjukan dengan mempensiunkan lebih awal PLTN I, II dan III, hal ini tidak perlu melalui referendum, karena memberikan waktu kepada rakyat bahwa mereka salah. Ia berpendapat bila kondisi ini terus berkelanjutan maka negara akan ambruk.