(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC) Ma Ying-jeou besok tanggal 11 Juli akan melakukan kunjungan ke Republik Dominika, Haiti, Nikaragua, dan 3 negara Amerika Tengah yang memiliki hubungan diplomatic dengan Taiwan, Kementerian Luar Negeri menetapkan kunjungan presiden Ma Ying-jeou sebagai “Program Jiu Yang”. Saat di Dominika, kepala negara akan berkunjung ke kongres setempat untuk memberikan ceramah sementara di Haiti akan hadir dalam upacara peresmian Makamah Agung, di Nikaragua berkunjung ke pengusaha Taiwan yang berada di sana; bersamaan dengan waktu itu juga akan melakukan perbincangan dengan ke 3 kepala negara, membicarakan hubungan bilateral serta pertukaran pendapat topic-topik penting.
Dalam perjalanan menuju ke negara sahabat, pemimpin negara akan transit di Boston, Amerika Serikat, dimana pada saat ini kembali akan memberikan ceramahnya di kampus tempat Presiden Ma Ying-jeou sempat mengecap pendidikan di sana yaitu Harvard University. Beberapa hari lalu dalam wawancara khusus media, presiden sempat membocorkan, dalam ceramahnya di universitas Harvard nanti, tentu yang menjadi perhatian adalah masalah antar selat Taiwan, Laut Selatan, dan masalah Asia Timur.
Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : “Bisa dibayangkan, yang mereka prihatinkan pasti masalah hubungan antar selat Taiwan, masalah interen politik Taiwan, masalah laut selatan, masalah Asia Timur, yang saat ini menjadi perbincangan hangat internasional. Pada kenyataannya kita yang menjadi fokus dalam pembicaraan masalah-masalah ini, untuk itu apabila Presiden Republik Tiongkok bisa, tidak akan terlewatkan membahas masalah ini.”
Selain itu, kepala negara juga mengungkit, tahun ini merupakan tahun ke 70 kemenangan perang, pada waktu itu ada berbagai bentuk kerjasama antara Republik Tiongkok dan Amerika Serikat, hal ini memberikan bantuan yang sangat besar bagi kita, untuk itu beliau juga akan menyampaikan rasa terima kasihnya.
Kunjungan Presiden kali ini merupakan kunjungan ke 11, setelah bertemu dengan pemimpin negara terkait, menemui pengusaha dan legislator setempat, pada tanggal 18 malam delegasi akan kembali tiba ke tanah air, mengakhiri kunjungan kenegaraan sepanjang 8 hari 7 malam.