History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Tegas Mempertahankan Kedaulatan Taiping Island

  • 07 July, 2015
  • Editor
Presiden : Tegas Mempertahankan Kedaulatan Taiping Island
Presiden Ma Ying Jeou

 (Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC) hari ini (7/7) ketika hadir dalam upacara pembukaan buku-buku sejarah “Sejarah dan Kenangan Perang  Simposium Internasional 70 Tahun Kemenangan Perang Melawan Jepang” menyampaikan, setelah kemenangan perang, pemerintah ROC berdasarkan dokumen yang ada mengutus orang untuk mengambil kembali Kepulauan Laut China Selatan, saat ini pemerintah juga tengah membangun fondasi dasar terbesar bagi kepulauan Taiping. Beliau menegaskan, ROC berdasarkan hukum kelautan internasional, melindungi kedaulatan negara, segala upaya menyangkal fakta dari kepulauan pacific, tetap tidak mengubah status pulau-pulau di Taiping Island.

Dalam sambutannya Presiden menyampaikan, tahun ke dua kemenangan perang, Republik Tiongkok berdasarkan 3 dokumen yaitu Deklarasi Kairo, Deklarasi Potsdam dan penyerahan Jepang, mengambil kembali kepulauan Laut China Selatan, dan mengutus tentara angkatan laut bersama anggota kementerian dalam negeri ke Laut China Selatan serta mendirikan pemetaaan pulau. Presiden menekankan, Taiping Island yang sering kita dengar sekarang ini, pulau industri, merupakan nama dua kapal perang pada waktu itu.  

Kepala negara membeberkan, Taiping Island dengan Kepulauan Spratly yang merupakan kepulauan alami yang terbsar, juga merupakan satu-taunya kepulauan air tawan, selain itu juga sepenuhnya sesuai dengan definisi kepulauan dalam peraturan hukum kelautan Persatuan Bangsa-bangsa. Pres Ma menegaskan, ROC seharusnya berdasarkan hukum internasional mendapatkan kepulauan pacific. T

Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : “Disini saya juga sekalian dengan sungguh-sungguh menjelaskan, segala penyangkalan fakta dari Taiping Island, semua tidak akan mengurangi status pulau-pulau di Taiping Island, dan lagi ini berdasarkan hak kelautan dari konvensi PBB. ROC berdasarkan  hukum internasional, termasuk hukum kelautan, membela hak dan kepentingan yang seharusnya kita miliki.

Presiden mengemukakan, selama beberapa puluh tahun terakhir ini, pemerintah tmembangun sistem komunikasi tenaga surya di Taiping Island, juga ada rumah sakit, kantor pos, jalan raya, perkebunan dan infrakstruktur lainnya, bahkah juga ada kuil Kwan Ying untuk sembahyang; selanjutnya ROC akan  terus membina kedamaian dan secara agresif membangun Taiping Island, agar dapat menjadi bantuan bagi dunia internasional, pelestarian lingkungan alam, dan juga pusat penelitian ilmiah.

Komentar

Terbarumore