History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Peringatan Kemenangan Perang Tidak Pengaruh Hubungan Taiwan - Jepang

  • 07 July, 2015
  • Editor
Presiden : Peringatan Kemenangan Perang Tidak Pengaruh Hubungan Taiwan - Jepang
Lukisan Perang Melawan Jepang

(Taiwan-ROC) Tahun ini merupakan tahun ke 70 kemenangan perang, pemerintah ROC juga menyelengarakan berbagai kegiatan untuk mengenangnya, adanya rumor yang mengatakan ini akan mempengaruhi hubungan Taiwan dan Jepang. Presiden ROC, Ma Ying-jeou hari ini (7/7) ketika hadir dalam kegiatan terkait peringatan perang menegaskan, kebenaran sejarah tidak boleh terlupakan.

Presiden tanggal 7 Juli ketika hadir dalam pembukaan buku-buku sejarah “Sejarah dan Kenangan Perang  Simposium Internasional 70 Tahun Kemenangan Perang Melawan Jepang”, dalam kata sambutannya membicarakan mengenai 8 tahun perang berdarah melawan Jepang serta sumbangsih tentara sekutu.

Presiden juga menegaskan, beberapa puluh tahun terakhir ini ada orang yang meragukan bahwa Deklarasi Kairo dan Deklarasi Potsdam hanyalah sebagai berkas dokumen sekutu pada waktu itu yang tidak mengikat, “ini adalah salah”. Presiden menegaskan, Deklarasi Kairo telah diserap dalam Deklarasi Potsdam, dan Deklarasi Potsdam telah dimasukan dalam penyerahan Jepang, 3 dokumen sejarah itu telah disatukan, dan dimasukkan dalam Perjanjian PBB sebagai penyerahan Jepang, ini tentu saja memiliki kekutan hukum. Kepala negara beranggapan, kemenangan perang membuat Taiwan dan Penghu terbebas dari penjajahan Jepang, kembali ke tangan Republik Tiongkok, kekalahan Sino Jepang dalam perang memiliki arti sangat penting.

Mengenai hubungan Taiwan dan Jepang, apakah akan terpengaruh dengan serangkaian kegiatan merayakan kemenangan perang yang diselenggarakan pemerintah ROC? Presiden beranggapan, ini merupakan hal nyata dalam sejarah, untuk itu harus merawat anggota keluarganya. Kepala negara mengatakan kalau dia anti Jepang, juga ada yang mengatakan pro-Jepang, tetapi sebenarnya ia adalah sahabat Jepang. Presiden mengatakan : Saya semuanya bukan, saya adalah sahabat Jepang, saya rasa ini adalah ini kenyataan yang didiskusikan, rasa prihatin, memisahkan jelas dengan dendam, baru dapat menjadi sahabat yang baik, dengan prinsip ini baru dapat membina persahabatan antara warga ROC dan Jepang.

Pemimpin negara menyampaikan, setelah ia menjabat sebagai Presiden, hubungan Taiwan dan Jepang menjadi kemitraan khusus, kedua belah pihak menandatangani perjanjian dalam bidang perikanan, saat ini kedua belah pihak boleh dikatakan dalam situasi yang paling baik, ia tidak merasa kegiatan peringatan 70 tahun kemenangan perang tahun ini akan mempengaruhi hubungan dengan Jepang, karena ia percaya kesalahan dapat dimaafkan, kebenaran sejarah tidak boleh dilupakan, selanjutnya ia masih akan terus menjalin kerjasama dengan Jepang, dengan semangat perdamaian mempromoskikan perkembangan hubungan Taiwan-Jepang, menghadapi sejarah yang ada untuk melangkah ke masa depan.

Komentar

Terbarumore