History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Selama 6 Bulan CPI Turun DGBAS : Bukan Deflasi

  • 07 July, 2015
  • Editor
Selama 6 Bulan CPI Turun  DGBAS : Bukan Deflasi
CPI Stabil Tidak Ada Gejala Deflasi

(Taiwan-ROC) Direktoral Jenderal Budget Akuntansi dan Statistik (DGBAS) hari ini tanggal 7 Juli mengumumkan indeks harga konsumen (CPI) dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu turun 0,56%, sudah selama 6 bulan berturut-turut mengalami penurunan. DGBAS beranggapan, meskipun selama 2 kwartal berturut-turut CPI mengalami penurunan, tetapi untuk harga barang inti tetap menunjukkan kenaikan, situasi secara keseluruhan bisa dibilang stabil dan tidak memperlihatkan adanya deflasi. Yang perlu diperhatikan adalah, pada bulan Juni harga sayuran naik hampir 10%, seiring dengan datangnya angin topan mungkin akan terus naik.

DGBAS mengumumkan CPI bulan Juni yang memperlihatkan kenaikan 0,69% jika dibandingkan bulan sebelumnya atau mengalami penurunan sebesar 0.56%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah gabungan kwartal pertama meningkat minus 0.59%, di kwartal kedua menurun 0,70%, rata-rata dari bulan Januari hingga Juni menurun 0,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Berhubung dengan anggapan CPI periode bersangkutan selama 2 kwartal berturut-turut mengalami pertumbuhan minus yang mencerminkan adanya gejala deflasi, DGBAS beranggapan, indeks inti CPI apabila setelah dikurangi dengan sayur dan buah-buahan, dan sumber energy lainnya, untuk 2 kwartal ini semua menunjukkan kenaikan, bulan Juni juga naik 0,57%, meskipun kenaikannya merupakan yang terendah selam 16 bulan, tetapi tetap terus naik, tidak ada gejala deflasi, harga barang secara keseluruhan stabil. Wakil ketua DGBAS, Tsai Yu-tai mengatakan : “pada bagian bahan bakar seperti minyak, listrik, gas masih tetap terus berpengaruh, untuk itu pada kwartal ke dua situasinya masih turun drastis, ini sudah diperkirakan dari awal, setelah dikurangi dengan faktor yang fluktuasinya besar, situasi indeks inti terlihat stabil, kwartal pertama bertambah 1.12%, kwartal ke dua bertambah 0,61%, kami melihat fluktuasi harga barang stabil, tidak bisa dibilang ada gejala deflasi.

DGBAS juga menganalisis, penyebab utama menurunnya CPI bulan Juni adalah menurunnya harga bahan bakar minyak selama 7 bulan berturut-turut, dengan penurunan tahunan mencapai 20%, ini mempengaruhi indeks sebesar 0.87%, tetapi untuk harga makanan naik, mengurangi penurunan. Yang patut diperhatikan adalah dipengaruhi turunnya hujan lebat dan hawa panas sehingga penyediaan sayuran berkurang sekitar 10,75%, dan seiring dengan datangnya musim angin topan, dikawatirkan harga ini akan terus naik.

Adapun indeks harga grosir (WPI) bulan juni jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, turun hampir 1 persen, dimana kenaikan harga grosir produk domestik merupakan yang tertinggi selama 69 bulan terakhir, penyebab utama adalah pengaruh dari turunnya harga bahan bakar minyak, batu bara ban bahan logam utama lainnya.

Komentar

Terbarumore