(Taiwan, ROC) – Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) hari ini (1) menghadiri upacara pemakaman istri Pahlawan Nasional Jenderal Li You-bang (李友邦), Yen Hsiu-feng (嚴秀峰) yang sekaligus menganugrahkan amanat serta medal kemenangan perang melawan Jepang sebagai lambang ucapan terima kasih atas sumbangsih yang pernah diberikan oleh kedua mendiang kepada negara dan rakyat.
Presiden menyampaikan, mendiang Yen Hsiu-feng diusia yang masih belia 17 tahun karena tidak rela melihat hancurnya kampung halaman dan ambruknya negara maka memutuskan untuk turut dalam perjuangan perang melawan jepang bahkan pernah tanpa mempedulikan keselamatan jiwa menjadi pengantar intelijen militer, ini membuktikan keberaniannya telah melampaui orang biasa. Setelah kemenangan perang, Yen Hsiu-feng bersama dengan sang suami Li You-bang pindah ke Taiwan bahkan dicurigai ikut terlibat dalam peristiwa teror putih, Li You-bang sendiri dihukum tembak mati dan ia dipenjara, untungnya beliau kembali diputihkan dimasa tuanya, presiden sendiri telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Sebelumnya almarumah pernah mengharapkan ada Museum Nasional untuk mengenang perang melawan Jepang sebagai tanda penghormatan kepada para pahlawan. Presiden menyampaikan : Saat ini pemerintah sedang mengkonsepkan sebuah museum angkatan bersenjata nasional, bukan hanya sekedar untuk mengenang sejarah perjuangan dan melawan kekuatan asing serta melindungi Taiwan termasuk sejarah melawan Belanda, Perancis dan Jepang, sehingga semua orang dapat mengenang seluruh pahlawan melawan kekuatan asing dan seluruh pengorbanannya.
Pada masa peringatan 70 tahun mengenang kemenangan perang melawan Jepang, lanjut presiden, kehidupan Yen Hsiu-feng selain menjadi saksi era pergejolakan, tragisnya perang etnis, bahkan dengan kelembutan wanita dan kegigihan hidup membawa cahaya bagi kehidupan, kepala negara kembali mengucapkan apresiasi kepada mendiang suami istri Li You-bang atas kontribusi kepada negara dan masyarakat.