History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Monumen Jugun Ianfu Presiden : Kenyataan Tidak Boleh Terlupakan

  • 30 June, 2015
  • Editor
Monumen Jugun Ianfu   Presiden : Kenyataan Tidak Boleh Terlupakan
Presiden ROC Ma Ying-jeou

(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok (ROC), Ma Ying-jeou hari ini (30/6) ketika menerima kunjungan delegasi Kongres Johnson Amerika Serikat menyampaikan, tahun ini adalah tahun ke 70 kemenangan perang, selain menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mengenang sejarah ini, beliau juga sangat prihatin dengan masalah Jugun Ianfu (wanita penghibur) di masa perang dunia ke dua, pemerintah tahun ini akan membangun Monument Jugun Ianfu; Presiden beranggapan, kekejaman perang dunia mungkin masih bisa dimaafkan, tetapi kenyataan yang ada tidak dapat dilupakan.

Kepala negara menyampaikan, tahun ini merupakan tahun ke 70 kemenangan perang dunia ke dua, pemerintah akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk merayakan kemenangan ini, dan juga berterima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat sosial.

Pemimpin negara juga mengungkapkan keprihatinannya pada Jugun Ianfu yaitu perempuan yang menjadi korban sebagai perempuan penghibur selama masa perang dunia kedua, beliau menegaskan, tahun ini pemerintah akan membangun monument peringatan Jugun Ianfu, karena kenyataan perang dunia tidak boleh dilupakan. Presiden Ma Ying-jeou mengatakan : kurang lebih 20 tahun yang lalu saya sudah mulai memperjuangkan kesetaraan hak para Jugun Ianfu, tetapi sangat disayangkan di Jepang gugatan mereka kalah. Bulan Agustus tahun ini saya akan mempersiapkan sebuah monument peringatan bagi Jugun Ianfu, dan pada bulan Desember dapat diresmikan, kami rasa kekejaman perang dunia mungkin dapat dimaafkan, tetapi kenyataan yang ada dari perang dunia tidak boleh terlupakan.

Presiden Ma mengemukakan, Taiwan sangat memperhatikan hak perempuan, meskipun tidak dapat bergabung dalam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi tetap menjunjung penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dari PBB, dan nantinya juga akan dimasukkan dalam peraturan nasional; belakangan ini juga terus membahas mengenai kebijakan terkait, dan saat ini penyelesaiannya sudah mencapai 90%.

Pemimpin Negara juga menyampaikan, berdasarkan indeks kesetaraan gender PBB tahun 2013, Taiwan berada di peringkat ke 5 dunia, menduduki urutan pertama Asia, Pres Ma menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam melindungi kaum perempuan merupakan tekad yang tulus dan sejalan dengan dunia internasional.

Komentar

Terbarumore