(Taiwan, ROC) – Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(6/30) di kantor kepresidenan bertemu dengan pemimpin transisi negara Burkina Faso, Yacouba Isaac Zida. Dalam sambutannya, presiden secara khusus menekankan hubungan kedua belah pihak terjalin dengan stabil, juga menjelaskan dengan mendetail kedua belah pihak telah menjalankan berbagai jenis program kerjasama, program utama membuahkan hasil baik adalah program penerangan lampu di Afrika, presiden Ma mengemukakan, Republik Tiongkok terus memberikan dukungan hingga pelaksanaan ini dapat berjalan dengan optimal.
Presiden Ma Ying-joeu pada hari ini(6/23) bertemu dengan pemimpin transisi Burkina Faso, Beliau mengatakan, sekembalinya hubungan diplomatik hingga sekarang telah berjalan selama 21 tahun, kedua belah pihak giat dalam menjalankan program kerjasama, Burkina Faso terus memberikan dukungan kepada Republik Tiongkok di mata internasional, jalinan persahabatan antara kedua negara yang stabil; Bulan Oktober tahun ini, Burkina Faso yang akan menyelenggarakan pemilu, secara khusus presiden Ma juga memberikan ucapan agar pemilu dapat berjalan dengan lancar dan berharap di masa kepimpinan transisi ini dapat menebarkan demokrasi sehingga mengukir lembaran sejarah baru, serta tetap membina hubungan diplomatik ini.
Presiden Ma secara khusus mengangkat topik bahwa di tahun 2009 Burkina Faso menggalakkan program penerangan, merencanakan akan menyediakan 145.000 lampu penerang tenaga surya, hingga tahun ini akhir bulan Mri telah menyediakan sebanyak 126.000 lampu, telah mencapai 87%; oleh karena program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Burkina Faso, maka program ini akan diteruskan. Presiden Ma mengatakan: “Untuk bidang ini sangat membantu, kami akan terus menyediakan hingga terlaksana 100%.”
Presiden masih menambahkan, sahabat Burkina Faso memberitahunya, setelah adanya penerangan di malam hari, tingkat populasi di Burkina Faso malah menurun. Di samping itu, sekjen kemenlu Weber Shih(施文斌) dalam konferensi pers mengemukakan, kerjasama dengan Burkina Faso mencakup bidang pertanian, kedokteran, pelatihan tenaga kerja yang masih aktif ditingkatakan, sementara ini belum ada program kerjasama bidang baru.